Internasional

Keir Starmer Disebut Siap Mundur Setelah Partai Buruh Kalah di Makerfield, Pengumuman Bisa Pekan Ini

8
×

Keir Starmer Disebut Siap Mundur Setelah Partai Buruh Kalah di Makerfield, Pengumuman Bisa Pekan Ini

Sebarkan artikel ini

Teras News — Posisi Perdana Menteri Inggris Keir Starmer sebagai pemimpin Partai Buruh kini berada di ujung tanduk. Sejumlah tokoh senior partai meyakini Starmer sudah sampai pada kesimpulan bahwa jabatannya tidak lagi dapat dipertahankan, setelah kandidat Partai Buruh kalah telak dalam pemilihan sela Makerfield di Greater Manchester yang dimenangkan Andy Burnham.

Kekalahan di Makerfield bukan sekadar angka. Kemenangan Burnham memicu gelombang tekanan baru yang membuat Starmer menggelar serangkaian pembicaraan tertutup dalam beberapa hari terakhir, dari para menteri kabinet, penasihat Downing Street, pemimpin serikat pekerja, hingga para donor partai. Dari pembicaraan itu, menurut sumber-sumber internal, Starmer mulai merumuskan rencana mundur.

Pengumuman Bisa Keluar Hari Senin

Akhir pekan ini, Starmer menghabiskan waktu di Chequers bersama istrinya, Victoria Starmer, untuk mempertimbangkan keputusan final. Sejumlah figur senior Partai Buruh memperkirakan pernyataan resmi soal masa depannya bisa disampaikan paling cepat pada Senin.

Seorang anggota House of Lords dari Partai Buruh yang dekat dengan Starmer memastikan bahwa pengunduran diri, jika terjadi, tidak akan berlangsung tiba-tiba. “Dia tidak akan begitu saja meninggalkan Downing Street dan menciptakan kekosongan. Dia akan mengatur langkah mundur yang perlahan dan tertata, sebagai bentuk tanggung jawab dan martabat,” kata sumber tersebut, seperti dilaporkan The Observer, Minggu (21/6/2026).

Sumber yang sama menambahkan bahwa Starmer kini mulai melihat kemunduran sebagai pilihan yang paling rasional. “Saya pikir dia melihat realitas yang ada. Menghentikan ‘kekacauan’ sekarang tidak mungkin dilakukan dengan tetap bertahan, sehingga hanya ada satu pilihan. Saya pikir dia mulai melihatnya sebagai pilihan yang bertanggung jawab untuk melayani negara dan partai.”

“Dia Sudah Pasrah,” Kata Tokoh Senior Partai

Tokoh senior Partai Buruh lainnya berbicara lebih gamblang. “Dia tampaknya sudah pasrah untuk mundur,” kata sumber itu. “Dia berhadapan langsung dengan kenyataan bahwa dukungan itu sudah tidak ada lagi. Faktanya semua orang tahu bahwa ini bukan lagi situasi yang bisa dipertahankan.”

Sumber itu juga mengutip pernyataan mantan PM Boris Johnson sebagai cerminan situasi yang kini dialami Starmer. “Terkadang memang ada sesuatu yang tak terelakkan dalam politik dan seperti yang dikatakan Boris Johnson, ‘Ketika kawanan bergerak, mereka bergerak’.”

Dari dalam kabinet, suasananya senada. Seorang menteri kabinet menggambarkan Starmer menghadapi situasi ini dengan kepala dingin. “Dia hanya ingin melakukan apa yang benar untuk negara ini dan, setelah berbicara dengan orang-orang yang ingin dia ajak bicara, sekarang dia menghabiskan waktu berkualitas dengan penasihat terpentingnya, Vic,” ujar menteri tersebut.

Burnham Dilantik Senin, Bertemu Starmer Pekan Ini

Andy Burnham, tokoh yang kemenangannya memicu krisis ini, dijadwalkan dilantik sebagai anggota parlemen pada Senin. Ia juga akan bertemu dengan Starmer pada awal pekan ini. Para pendukung Burnham mengklaim mantan Wali Kota Greater Manchester itu siap memainkan peran lebih besar di panggung nasional.

Starmer sendiri memimpin Partai Buruh sejak 2020 dan membawa partai itu kembali berkuasa dalam pemilu 2024 setelah 14 tahun di oposisi. Kini, kurang dari dua tahun memerintah, tekanan dari dalam partainya sendiri terus menguat. Pekan depan akan menjadi penentu apakah Starmer akan menjadi perdana menteri Inggris yang paling singkat masa jabatannya dalam sejarah modern, atau memilih bertahan menghadapi badai politik yang semakin keras.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman