Internasional

Warga Israel Sebut Trump Pengkhianat usai Kesepakatan Nuklir AS-Iran: ‘Ini Kesalahan Besar’

15
×

Warga Israel Sebut Trump Pengkhianat usai Kesepakatan Nuklir AS-Iran: ‘Ini Kesalahan Besar’

Sebarkan artikel ini

Teras News — Satu kalimat dari Avi Perez (55) merangkum kemarahan yang kini mendidih di kalangan warga Israel: “Kami dikhianati oleh Presiden Trump.”

Pernyataan keras itu muncul setelah pemerintahan Donald Trump menjalin kesepakatan dengan Iran, langkah yang membuat sebagian warga Israel merasa ditinggalkan oleh sekutu lamanya. Perez, salah satu penduduk Israel yang menyuarakan kekecewaannya secara terbuka kepada Sindonews, menyebut kesepakatan itu sebagai “kesalahan besar”.

Warga Israel: Trump Tidak Lagi Bisa Dipercaya

Bagi banyak warga Israel, hubungan dengan Amerika Serikat selama ini dianggap sebagai fondasi keamanan paling krusial di kawasan Timur Tengah yang bergolak. Trump, semasa periode pertamanya, dikenal sebagai presiden yang bersikap paling pro-Israel dalam sejarah modern AS, termasuk lewat keputusan memindahkan Kedutaan Besar AS ke Yerusalem dan menarik diri dari perjanjian nuklir Iran (JCPOA) pada 2018. Kini, sikap itu dinilai berbalik.

Kesepakatan terbaru antara Washington dan Teheran memunculkan kekhawatiran mendalam di Tel Aviv. Iran selama bertahun-tahun menyatakan tekad menghancurkan Israel, dan program nuklirnya dipandang sebagai ancaman eksistensial oleh pemerintah maupun rakyat Israel. Setiap perjanjian yang memberi ruang bagi Iran untuk mempertahankan kapasitas nuklirnya, sekecil apapun, dianggap sebagai ancaman langsung.

Ketegangan di Balik Aliansi AS-Israel

Reaksi Avi Perez bukan suara tunggal. Kemarahan serupa dilaporkan menyebar di kalangan warga sipil Israel yang mengikuti perkembangan diplomasi AS-Iran. Frasa “pengkhianatan” yang digunakan Perez mencerminkan betapa dalamnya rasa tidak percaya yang kini muncul terhadap Trump, tokoh yang sebelumnya dianggap sebagai pelindung kepentingan Israel di panggung internasional.

Pemerintah Israel sendiri belum mengeluarkan respons resmi yang dikutip dalam laporan ini. Namun tekanan dari publik domestik dipastikan akan memengaruhi posisi Tel Aviv dalam merespons kesepakatan tersebut.

Situasi ini menempatkan hubungan AS-Israel pada titik ketegangan yang belum pernah setajam ini sejak era Trump kembali berkuasa. Bagi warga Israel seperti Avi Perez, jawabannya sudah jelas: kepercayaan itu kini retak.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi