Internasional

Piala Dunia 2026 Dibayangi Cuaca Ekstrem, Tiga Negara Tuan Rumah Hadapi Ancaman Nyata

18
×

Piala Dunia 2026 Dibayangi Cuaca Ekstrem, Tiga Negara Tuan Rumah Hadapi Ancaman Nyata

Sebarkan artikel ini

Teras News — Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tak hanya menyuguhkan persaingan antarnegara di lapangan hijau, tetapi juga menghadapi ancaman cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu jalannya turnamen.

Turnamen sepak bola terbesar di dunia ini dijadwalkan berlangsung pada pertengahan 2026 dengan format baru yang melibatkan 48 tim nasional, jumlah terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Penambahan jumlah tim otomatis memperpanjang durasi turnamen dan memperluas sebaran venue pertandingan ke berbagai kota di tiga benua sekaligus.

Tiga Negara Tuan Rumah, Risiko Cuaca Berbeda-beda

Amerika Serikat, sebagai negara dengan jumlah venue terbanyak, mencakup kota-kota yang tersebar dari pantai timur hingga barat. Beberapa lokasi pertandingan berada di wilayah yang kerap dilanda gelombang panas ekstrem pada musim panas, tepat saat Piala Dunia berlangsung. Suhu tinggi bukan sekadar soal kenyamanan penonton — kondisi lapangan dan stamina pemain ikut terpengaruh langsung.

Meksiko, yang juga menjadi salah satu tuan rumah, memiliki karakteristik iklim tersendiri. Beberapa stadion berada di dataran tinggi dengan ketinggian lebih dari 2.000 meter di atas permukaan laut, yang menambah beban fisik bagi para atlet. Cuaca di negara itu pada pertengahan tahun juga kerap diwarnai hujan lebat akibat musim hujan tropis.

Kanada menawarkan tantangan yang berbeda. Meski suhu tidak sepanas dua negara tetangganya, variasi cuaca yang tidak menentu di kota-kota seperti Toronto dan Vancouver bisa menjadi faktor kejutan selama pertandingan berlangsung.

Bukan Pertama Kali Cuaca Jadi Soal di Piala Dunia

Piala Dunia 2022 di Qatar menjadi preseden tersendiri dalam urusan cuaca. FIFA saat itu memindahkan jadwal dari musim panas ke November-Desember demi menghindari suhu yang bisa menembus 45 derajat Celsius di siang hari. Turnamen di Brasil pada 2014 juga sempat dihantui suhu tinggi dan kelembapan ekstrem di beberapa kota penyelenggara.

Kali ini, dengan format 48 tim dan lebih banyak pertandingan yang harus digelar, FIFA dan komite penyelenggara menghadapi tekanan lebih besar untuk memastikan kondisi aman bagi pemain, ofisial, dan jutaan penonton yang diperkirakan hadir langsung ke stadion maupun memadati area publik di sekitar venue.

Publik dan penggemar sepak bola kini menantikan bagaimana FIFA dan ketiga negara tuan rumah menyiapkan protokol khusus untuk menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem selama turnamen berlangsung tahun depan.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Ratna Dewi