Berita

4 Fokus Revitalisasi Bandara Minangkabau: Dari Motif Ukiran Kaluak Paku hingga Aroma Wewangian Khas

19
×

4 Fokus Revitalisasi Bandara Minangkabau: Dari Motif Ukiran Kaluak Paku hingga Aroma Wewangian Khas

Sebarkan artikel ini

Teras News — Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kini bukan sekadar tempat lepas landas dan mendarat. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Kantor Cabang BIM tengah menjalankan program beautifikasi dan revitalisasi terminal penumpang yang menyentuh lima indra sekaligus — dari tampilan visual hingga aroma di dalam terminal.

General Manager BIM Dony Subardono mengungkapkan program ini berjalan dengan empat fokus utama. “Kami ingin Bandara Internasional Minangkabau tidak hanya tempat naik dan turun dari pesawat saja, tetapi juga menjadi etalase budaya yang ramah, modern, dan membanggakan bagi masyarakat Sumatra Barat,” kata Dony kepada media, Jumat (19/6/2026).

Motif Kaluak Paku dan Pucuak Rebung Hiasi Interior Terminal

Fokus pertama adalah sentuhan budaya Minangkabau pada interior terminal. Tim renovasi memadukan arsitektur modern dengan motif tradisional seperti ukiran Kaluak Paku dan Pucuak Rebung — dua ragam hias yang lazim ditemukan pada bangunan adat Minangkabau dan pakaian songket Sumatra Barat. Dinding dan elemen dekoratif terminal mendapat transformasi visual yang mencerminkan identitas budaya Ranah Minang.

Fokus kedua menyentuh kenyamanan fisik penumpang. Area tunggu (boarding lounge) diperbarui, fasilitas toilet ditingkatkan untuk memenuhi standar global, dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas menjadi bagian dari pembenahan. Ini bukan pembaruan kosmetik biasa.

Alur Check-In Ditata Ulang, Tanaman Hijau Masuk Terminal

Fokus ketiga adalah penataan alur pergerakan penumpang. Tata letak area check-in dan zona komersial dirancang ulang agar penumpang dapat bergerak lebih lancar dan bebas hambatan. Dony menyebut konsep ini sebagai seamless flow — pengalaman bergerak di dalam terminal tanpa bottleneck atau titik-titik kemacetan yang mengganggu.

Elemen keempat adalah indoor greenery, atau area hijau di dalam terminal. Tanaman ditempatkan di titik-titik strategis untuk menciptakan suasana asri dan menenangkan di tengah kesibukan bandara.

Di luar keempat fokus itu, manajemen BIM juga merancang pengalaman yang menyentuh lima panca indera secara bersamaan. Unsur suara diwujudkan melalui penampilan musik daerah secara langsung di terminal. Unsur cita rasa hadir lewat tenant kuliner Sumatra Barat yang desain gerainya berkonsep Rumah Gadang — rumah adat Minangkabau dengan atap berbentuk tanduk kerbau. Unsur sentuhan dijaga melalui penggunaan pakaian adat pada setiap acara. Dan unsur aroma dihadirkan dengan wewangian khusus yang dipasang di area terminal.

Penerbangan Tetap Normal Selama Renovasi

Proyek renovasi skala besar di bandara aktif selalu berisiko mengganggu operasional. Dony memastikan manajemen mengantisipasi hal itu dengan ketat. Area kerja fisik disekat rapi, dan pengerjaan berat hanya dilakukan pada jam sepi penerbangan atau malam hari.

Pihak manajemen menginformasikan akan ada sedikit perubahan alur selama proses pengerjaan berlangsung, meski penerbangan dipastikan tetap berjalan normal.

Bandara Internasional Minangkabau melayani penerbangan domestik dan internasional dari dan ke Padang, Sumatra Barat. Sebagai pintu masuk utama bagi wisatawan yang hendak mengunjungi kawasan Minangkabau, termasuk destinasi populer seperti Bukittinggi dan Danau Maninjau, kualitas terminal bandara menjadi bagian penting dari kesan pertama perjalanan wisata ke provinsi tersebut. Program beautifikasi ini dijalankan oleh PT Angkasa Pura Indonesia, BUMN yang mengelola sejumlah bandara di Indonesia.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Ratna Dewi