Berita

4.142 Anak Yatim Piatu di Kabupaten Semarang Terima Santunan Rp500 Ribu, Dana Capai Rp2 Miliar

37
×

4.142 Anak Yatim Piatu di Kabupaten Semarang Terima Santunan Rp500 Ribu, Dana Capai Rp2 Miliar

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ribuan anak yatim dan piatu yang tinggal bersama keluarga di Kabupaten Semarang mendapat suntikan dana tunai dari pemerintah daerah tahun ini. Sebanyak 4.142 anak menerima santunan masing-masing Rp500.000, dengan total anggaran yang dikucurkan mencapai Rp2.071.000.000.

Penyerahan perdana dilakukan Bupati Semarang Ngesti Nugraha di pendapa rumah dinasnya, Jumat (19/6/2026) pagi. Penerima tahap awal adalah anak-anak dari Kecamatan Ungaran Barat dan Ungaran Timur. Pembagian di kecamatan-kecamatan lain dijadwalkan mulai pekan depan.

Dari 5.000 Usulan, 484 Gugur Verifikasi

Proses seleksi penerima tidak berlangsung singkat. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Semarang, Asep Mulyana, menjelaskan bahwa usulan awal masuk sejak tahun lalu dengan total 5.000 nama sesuai kuota anggaran 2026.

Tim verifikasi kemudian turun bersama perangkat desa dan kelurahan serta tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK) untuk mencocokkan data satu per satu. Hasilnya, 484 nama dicoret dari daftar. “Alasannya, anak sudah pindah, meninggal dunia, ataupun telah menerima bantuan bersumber dari anggaran instansi lain,” kata Asep.

Yang tersisa, 4.142 anak, dinyatakan layak dan berhak menerima bantuan.

Sasaran: Anak Yatim Piatu yang Diasuh Keluarga, Bukan Panti

Program ini khusus menyasar anak yatim dan piatu yang tinggal di luar panti asuhan, yakni mereka yang diasuh langsung oleh keluarga atau kerabat. Bupati Ngesti Nugraha menekankan bahwa kelompok ini kerap luput dari perhatian karena tidak terhimpun dalam lembaga resmi.

“Mari kita gelorakan semangat membantu ini sampai ke tingkat desa, agar mereka jadi anak saleh dan bermanfaat kelak,” kata Ngesti.

Para camat, kepala desa, dan lurah diminta ikut menggerakkan program serupa di wilayah masing-masing.

Penerima: Uangnya untuk Beli Sepatu

Salah satu penerima, ARM (15), warga Kelurahan Genuk Ungaran Barat, tak menyembunyikan rasa gembiranya. “Uangnya buat beli sepatu,” katanya singkat seusai menerima amplop santunan.

Jawaban sederhana itu menggambarkan kebutuhan nyata yang dihadapi banyak anak dalam daftar penerima: bukan kebutuhan tersier, melainkan perlengkapan sehari-hari yang selama ini sulit terpenuhi.

Pembagian santunan di seluruh kecamatan Kabupaten Semarang ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. Pemerintah kabupaten berharap program ini mendorong pihak swasta dan komunitas lokal untuk menggelar kegiatan serupa secara mandiri.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Ratna Dewi