Internasional

Di Tengah Serangan Udara Teheran, Warga Iran Tetap Nonton Piala Dunia: Iran vs Selandia Baru Berakhir 2-2

7
×

Di Tengah Serangan Udara Teheran, Warga Iran Tetap Nonton Piala Dunia: Iran vs Selandia Baru Berakhir 2-2

Sebarkan artikel ini

Teras News — Teheran masih dibayangi ancaman serangan udara, tapi ribuan warga Iran tetap duduk di depan layar untuk menyaksikan tim nasional mereka berlaga di Piala Dunia. Pertandingan melawan Selandia Baru itu berakhir imbang 2-2.

Foto-foto yang beredar dari ibu kota Iran menggambarkan dua realita yang kontras. Perempuan-perempuan berjalan melewati mural anti-Amerika Serikat di jalanan Teheran. Di area perbelanjaan, sebagian toko masih tutup. Sekolah-sekolah sudah berhenti beroperasi selama berhari-hari. Banyak warga memilih bertahan di dalam rumah, menghindari risiko yang datang tanpa aba-aba.

Tak Ada Peringatan Sebelum Serangan Datang

Ketidakpastian itu bukan sekadar rasa cemas biasa. Warga Teheran tidak mendapat peringatan sebelumnya ketika serangan udara menghantam kota mereka. Rutinitas normal di kota metropolitan yang padat penduduk itu nyaris lenyap sejak konflik meningkat.

Kondisi sempat sedikit mereda setelah pengumuman kesepakatan antara AS dan Iran pada Rabu. Warga menghela napas lega. Namun kabar itu tidak bertahan lama. Pada Jumat (19/6/2026), pembicaraan lanjutan yang dijadwalkan digelar di Swiss resmi dibatalkan, seperti dilaporkan CNBC Indonesia mengutip Reuters.

Bola Tetap Lebih Kuat dari Ketakutan

Di tengah semua itu, ada yang tidak berubah: kecintaan pada sepak bola. Para penggemar Iran menolak melewatkan momen tim nasional mereka tampil di Piala Dunia, meski langit di luar rumah menyimpan ancaman yang belum selesai.

Mereka berkerumun, menyaksikan Iran bersaing melawan Selandia Baru. Hasilnya 2-2. Seri, tapi setidaknya ada sesuatu yang bisa dirayakan bersama malam itu.

Gambar-gambar dari Teheran yang diabadikan fotografer Reuters, Majid Asgaripour, memperlihatkan warga yang tetap menjalani sisa-sisa kehidupan normal di antara ketidakpastian yang menggantung. Perempuan berbelanja, orang-orang berkumpul, dan layar televisi tetap menyala.

Nasib pembicaraan damai AS-Iran kini menjadi tanda tanya. Dengan perundingan di Swiss yang sudah batal, warga Teheran kembali menghadapi hari-hari tanpa kepastian kapan situasi akan benar-benar pulih.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman