Internasional

Selat Hormuz Dibuka Kembali, Pakistan Resmi Jadi Mediator Perdamaian AS-Iran

8
×

Selat Hormuz Dibuka Kembali, Pakistan Resmi Jadi Mediator Perdamaian AS-Iran

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jalur pelayaran tersibuk di dunia kembali bisa dilintasi kapal dagang setelah Iran setuju membuka Selat Hormuz, menyusul kesepakatan damai dengan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan. Langkah itu mengakhiri penutupan yang telah menghambat lalu lintas perdagangan global sejak akhir Februari lalu.

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani Nota Kesepahaman Islamabad (Islamabad MoU) pada Kamis (19/6), setelah Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian lebih dulu meneken dokumen itu secara elektronik pada Rabu malam (17/6). Penandatanganan oleh Sharif bukan sebagai pihak yang bersengketa, melainkan dalam kapasitasnya sebagai mediator.

“Nota kesepahaman ini telah ditandatangani secara elektronik oleh presiden Amerika Serikat dan Iran, serta disahkan oleh Pakistan dalam perannya sebagai mediator,” tulis Sharif melalui platform X.

Selat Hormuz: Titik Panas Perdagangan Global yang Sempat Tertutup

Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi jalur utama ekspor minyak dari kawasan Timur Tengah. Iran menutup selat itu tak lama setelah AS dan Israel memulai perang pada 28 Februari. Blokade makin memperparah kondisi ketika pasukan AS pada 13 April turut memblokade pelabuhan-pelabuhan Iran, nyaris melumpuhkan lalu lintas kapal dagang di jalur perairan tersebut.

Berdasarkan ketentuan MoU, Iran sepakat segera membuka kembali Selat Hormuz, sedangkan AS akan mencabut blokade angkatan lautnya.

Pertemuan Bersejarah 45 Tahun Setelah Hubungan Diplomatik Putus

Peran Pakistan dalam proses perdamaian ini terbilang luar biasa. Islamabad memfasilitasi gencatan senjata pada 8 April, lalu menjadi tuan rumah perundingan tingkat tinggi antara AS dan Iran pada 12-13 April. Pertemuan dua hari itu tercatat sebagai kontak diplomatik pertama kedua negara sejak hubungan mereka terputus pada 1979, lebih dari empat dekade silam.

Sharif mengumumkan MoU Islamabad mulai berlaku efektif segera setelah ditandatangani pada Kamis pagi. Pengumuman itu ia sampaikan terbuka melalui media sosial, mempertegas posisi Pakistan sebagai pihak yang secara aktif mendorong penyelesaian konflik.

Publik dan komunitas perdagangan internasional kini menanti implementasi nyata dari kesepakatan ini, terutama pembukaan kembali Selat Hormuz yang selama berbulan-bulan membuat ketidakpastian menyelimuti pasar energi global.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman