Berita

DPD RI Kunjungi BIB Lembang, Komite II Desak Penguatan Inseminasi Buatan untuk Ketahanan Pangan

10
×

DPD RI Kunjungi BIB Lembang, Komite II Desak Penguatan Inseminasi Buatan untuk Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini

Komite II DPD RI mendukung penguatan program inseminasi buatan (IB) Kementerian Pertanian sebagai upaya meningkatkan mutu genetik ternak dan ketahanan pangan nasional.

Ketua Komite II DPD RI Angelius Wake Kako, yang akrab disapa Angelo, menyampaikan dukungan itu saat kunjungan kerja ke Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Jawa Barat, Minggu.

Angelo, senator asal Nusa Tenggara Timur (NTT), turut mengikuti pelatihan petugas inseminasi buatan atau inseminator di balai tersebut.

Tantangan di Lapangan

Angelo menyebut masih ada sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program IB di Indonesia.

“Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat tantangan terkait rendahnya tingkat adopsi teknologi oleh peternak, keterbatasan kapasitas sumber daya manusia atau inseminator, serta kendala distribusi semen beku ke berbagai daerah di Indonesia,” ujar Angelo.

Menurut Angelo, tantangan itu perlu dijawab melalui penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Diperlukan pula penyusunan kebijakan yang lebih responsif dan berbasis kebutuhan peternak.

“Inseminasi buatan merupakan isu strategis yang harus dikawal bersama karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan nasional,” kata Angelo.

Peran BIB Lembang

Balai Inseminasi Buatan Lembang merupakan unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Pertanian. Balai ini berperan dalam penyediaan semen beku berkualitas dan pengembangan teknologi reproduksi ternak.

Angelo menegaskan petugas inseminator bukan sekadar menjalankan tugas teknis, tetapi juga menjadi pendamping peternak dalam meningkatkan kualitas usaha.

“Kehadiran negara harus benar-benar dirasakan hingga ke tingkat peternak dan petugas lapangan. Ketika inseminator kuat, maka peternak juga akan lebih percaya diri dalam mengembangkan usahanya, dan pada akhirnya ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh,” katanya.

Produksi Daging Sapi Baru 50 Persen dari Kebutuhan

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, memaparkan kondisi produksi ternak nasional saat ini.

Agung menyebut untuk daging ayam dan telur, Indonesia sudah surplus. Namun untuk daging sapi dan kerbau, produksi nasional pada 2026 baru diproyeksikan mencapai 479 ribu ton. Angka itu baru sekitar 50 persen dari kebutuhan nasional sebesar 964 ribu ton.

Sementara untuk susu segar, produksi dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen dari kebutuhan nasional.

Agung menegaskan pemerintah terus berupaya meningkatkan produksi subsektor peternakan, yang dinilai berperan strategis dalam penyediaan protein hewani berupa daging, susu, dan telur. Peningkatan produksi itu masuk dalam salah satu prioritas Presiden periode 2025–2029.

Komite II Bidangi Sumber Daya Alam

Komite II DPD RI membidangi sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya. Kunjungan kerja ke BIB Lembang merupakan bagian dari pengawasan Komite II terhadap program-program strategis di sektor pertanian dan peternakan.

Angelo menekankan program inseminasi buatan harus mendapat perhatian lintas pihak karena dampaknya langsung pada produktivitas peternak dan pasokan protein hewani nasional.

Dilansir dari laporan Antara.