Teras News — Kapasitas tempat duduk hanya tersedia 63.875 kursi, tetapi jumlah penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 2 Bandung menembus 77.907 pelanggan selama libur panjang akhir pekan dan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Artinya, tingkat okupansi mencapai 122 persen dari kapasitas yang ada.
Angka tersebut terkumpul selama periode Jumat (12/6) hingga Selasa (16/6), mencakup perjalanan keberangkatan awal dari seluruh stasiun di wilayah Daop 2 Bandung. Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menyampaikan bahwa minat masyarakat menggunakan kereta api masih tinggi di tengah momen liburan kali ini.
Tingginya angka okupansi yang melampaui 100 persen bukan berarti ada penumpang yang berdiri atau tanpa tempat duduk. Kuswardojo menjelaskan, kondisi itu terjadi karena pola perjalanan penumpang yang naik dan turun di berbagai stasiun antara sepanjang rute. “Jadi satu tempat duduk dapat dimanfaatkan lebih dari satu pelanggan dalam relasi perjalanan yang berbeda,” katanya, seperti dilaporkan Antara, Selasa (16/6).
Baca Juga:
Stasiun Bandung Layani 26.804 Penumpang Berangkat
Dua stasiun terbesar di kota ini tetap mendominasi arus pergerakan penumpang. Stasiun Bandung mencatat 26.804 penumpang berangkat selama periode libur panjang tersebut, sedangkan Stasiun Kiaracondong melayani 13.827 penumpang keberangkatan.
Dari sisi kedatangan, Stasiun Bandung menerima 28.682 penumpang tiba, dan Stasiun Kiaracondong menyambut 14.051 penumpang. Kedua stasiun itu menjadi titik tujuan utama bagi wisatawan maupun pemudik yang masuk ke Kota Bandung dan wilayah sekitarnya.
Khusus pada Selasa (16/6) hingga siang hari, sebanyak 4.849 penumpang tercatat berangkat dari Stasiun Bandung dan 2.359 penumpang dari Stasiun Kiaracondong. Total pelanggan yang dilayani pada hari itu saja mencapai 13.222 orang.
Kereta Api Tetap Jadi Pilihan Utama Saat Libur Panjang
Tren tingginya pengguna kereta api saat libur nasional bukan fenomena baru di Jawa Barat. Koridor Jakarta-Bandung yang terlayani oleh berbagai kelas kereta, mulai dari ekonomi hingga eksekutif, secara rutin mengalami lonjakan penumpang setiap kali ada hari libur panjang, terutama yang berkaitan dengan kalender keagamaan maupun libur sekolah.
Libur Tahun Baru Islam sendiri tahun ini jatuh bertepatan dengan akhir pekan, sehingga menciptakan libur panjang empat hari berturut-turut. Kombinasi itulah yang mendorong lonjakan perjalanan, khususnya tujuan Bandung yang populer sebagai destinasi wisata akhir pekan dari ibu kota.
Dengan total hampir 78.000 penumpang selama lima hari, rata-rata Daop 2 Bandung melayani lebih dari 15.000 perjalanan per hari sepanjang periode libur ini.
Editor: Surya Dharma