Berita

Kemenag Ajak Masyarakat Jadikan 1 Muharam 1448 H untuk Hijrah dari Perilaku Menebar Kebencian di Media Sosial

44
×

Kemenag Ajak Masyarakat Jadikan 1 Muharam 1448 H untuk Hijrah dari Perilaku Menebar Kebencian di Media Sosial

Sebarkan artikel ini

Teras NewsKementerian Agama mengajak seluruh masyarakat Indonesia memaknai Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah bukan sekadar perayaan, melainkan titik balik untuk memperkuat kepedulian sosial dan mengubah kebiasaan bermedia sosial yang kerap diwarnai ujaran kebencian.

“Kesalehan yang ideal adalah kesalehan yang mampu menghadirkan kepedulian dan kemaslahatan bagi sesama,” kata Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, di Jakarta, Senin.

Hijrah Bukan Hanya Perpindahan Fisik

Arsad menekankan makna hijrah dalam konteks modern melampaui sekadar perpindahan tempat. Perubahan sikap, cara pandang, dan perilaku sehari-hari justru menjadi inti dari semangat Muharam yang relevan hingga kini.

Ia merujuk pada pesan Surat Al-Ma’un dalam Al Quran, yang secara tegas menyebut bahwa keberagamaan sejati tidak cukup diwujudkan lewat ibadah personal. Kepedulian terhadap anak yatim, fakir miskin, dan kelompok rentan merupakan bagian tak terpisahkan dari nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai ibadah hanya berhenti pada ritual. Muharam mengingatkan kita bahwa keberagamaan harus melahirkan empati, kepedulian, dan kontribusi nyata bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Arsad.

Kemenag, menurut Arsad, telah mendorong semangat serupa melalui sejumlah program pemberdayaan, antara lain penguatan fungsi masjid, optimalisasi zakat dan wakaf, serta layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Jemari Dinilai Harus Jadi Sarana Menyebarkan Inspirasi, Bukan Kebencian

Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, membawa diskusi ke ranah digital. Ia menyoroti kenyataan bahwa media sosial kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, sehingga konten yang beredar di dalamnya pun harus mencerminkan nilai-nilai yang mencerahkan.

Kedamaian, kata Ismail, tidak hanya dibangun melalui tindakan nyata di lapangan. Komunikasi yang santun dan bertanggung jawab di ruang digital sama pentingnya.

“Hijrah di era digital berarti mengubah cara kita berinteraksi. Jemari kita harus menjadi sarana menyebarkan pengetahuan, inspirasi, dan pesan-pesan yang menyejukkan, bukan sebaliknya,” kata Ismail Fahmi.

Ismail juga menyoroti peran jaringan penyuluh agama dalam memperluas literasi keagamaan yang ramah dan mudah dipahami. Kehadiran para penyuluh diharapkan mampu menumbuhkan optimisme, persaudaraan, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Harapan Kemenag untuk Muharam 1448 H

Melalui peringatan Muharam tahun ini, Kemenag berharap masyarakat tidak berhenti pada pembaruan semangat spiritual semata. Ada komitmen lebih besar yang diharapkan terwujud: menghadirkan manfaat dan kedamaian bagi lingkungan sekitar.

“Melalui momentum Muharam 1448 Hijriah, masyarakat diharapkan tidak hanya memperbarui semangat spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen menghadirkan manfaat dan kedamaian bagi lingkungan sekitar,” ujar Ismail.

Muharam sendiri merupakan bulan pertama dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu dari empat bulan yang dimuliakan dalam Islam. Peringatannya setiap tahun kerap dijadikan ajang refleksi kolektif oleh berbagai organisasi keagamaan dan pemerintah di Indonesia.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Surya Dharma