Internasional

Israel Serang Beirut Selatan Lagi, 2 Tewas dan 4 Terluka di Tengah 3.500 Pelanggaran Gencatan Senjata

18
×

Israel Serang Beirut Selatan Lagi, 2 Tewas dan 4 Terluka di Tengah 3.500 Pelanggaran Gencatan Senjata

Sebarkan artikel ini

Teras NewsIsrael kembali menyerang kawasan Ghobeiry di pinggiran selatan Beirut pada Minggu (14/6/2026), hanya sehari setelah ledakan mengguncang Lebanon selatan akibat serangan sebelumnya. Serangan terbaru itu menewaskan dua orang dan melukai empat lainnya.

“Serangan itu tampaknya merupakan operasi terarah yang menggunakan dua rudal,” kata sumber keamanan Lebanon, merujuk pada serangan yang menghantam sebuah apartemen di kawasan Dahiyeh, seperti dilaporkan kantor berita negara Lebanon, NNA.

Rudal Dua Kali, Target Apartemen di Dahiyeh

Militer Israel menyatakan serangan itu ditujukan pada pusat komando Hezbollah. Sebelum serangan dilancarkan, Israel menuduh Hizbullah meluncurkan tiga proyektil ke wilayah Israel utara, yang disebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata.

Kawasan Dahiyeh, yang masuk dalam wilayah pinggiran selatan Beirut, dikenal sebagai basis kuat Hizbullah. Serangan ke kawasan ini bukan pertama kali terjadi sejak eskalasi konflik melebar ke Lebanon.

Lebih dari 3.500 Serangan Sejak Gencatan Senjata 16 April

Amerika Serikat mengumumkan gencatan senjata pada 16 April. Namun Lebanon mencatat Israel telah melancarkan hampir 3.500 serangan sejak pengumuman itu. Angka ini memperlihatkan betapa rapuhnya kesepakatan yang seharusnya menghentikan pertempuran.

Dari sisi Israel, 28 tentara dilaporkan tewas dalam pertempuran di Lebanon. Empat warga sipil Israel juga tewas akibat serangan Hizbullah.

Di Lebanon, korban jauh lebih besar. Sejak eskalasi besar dimulai pada 2 Maret 2026, lebih dari 3.600 orang tewas dan lebih dari satu juta warga mengungsi dari rumah mereka.

Konflik Meluas Sejak Maret 2026

Ketegangan memuncak ketika Hizbullah, kelompok bersenjata yang didukung Iran, menembakkan roket ke Israel pada 2 Maret sebagai bentuk solidaritas terhadap Teheran yang kala itu berada di bawah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel. Langkah itu memicu kampanye militer besar-besaran Israel di seluruh wilayah Lebanon.

Konflik kini telah berlangsung lebih dari tiga bulan, dengan jumlah korban jiwa dan pengungsi yang terus bertambah. Gencatan senjata yang diharapkan menjadi jalan keluar belum menunjukkan tanda-tanda membendung pertempuran di lapangan.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Ratna Dewi