Berita

Gubernur Sherly Tjoanda Dorong Hilirisasi Kelapa dan Buka 10 Ribu Hektare Sawah Baru di Maluku Utara

15
×

Gubernur Sherly Tjoanda Dorong Hilirisasi Kelapa dan Buka 10 Ribu Hektare Sawah Baru di Maluku Utara

Sebarkan artikel ini

Teras News — Selasa (11/5/2026), Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menegaskan bahwa provinsi yang selama ini identik dengan nikel kini mulai serius menggarap sektor lain sebagai motor penggerak ekonomi baru. Hilirisasi kelapa, perluasan lahan sawah hingga 10 ribu hektare, dan pengembangan kampung nelayan masuk dalam daftar prioritas yang ia bawa ke meja kebijakan.

Pernyataan itu disampaikan Sherly dalam program Closing Bell di CNBC Indonesia. Menurutnya, ketergantungan pada satu komoditas tidak cukup untuk menopang pertumbuhan ekonomi Maluku Utara dalam jangka panjang.

Hilirisasi Kelapa Masuk Agenda Resmi Pemprov

Kelapa bukan komoditas baru di Maluku Utara, tapi selama ini belum digarap secara serius di level pengolahan. Pemprov kini mendorong hilirisasi kelapa agar nilai tambahnya bisa dinikmati langsung oleh masyarakat lokal, bukan sekadar dikirim keluar provinsi sebagai bahan mentah.

Bersamaan dengan itu, Pemprov membuka 10 ribu hektare sawah baru untuk mendorong produksi bahan pangan di dalam provinsi. Kampung nelayan Merah Putih juga dikembangkan sebagai bagian dari strategi memperkuat sektor kelautan dan perikanan. “Petani dan nelayan harus bisa memproduksi bahan makanan di dalam provinsi,” ujar Sherly.

Nikel Tetap Jalan, tapi Harus Bertanggung Jawab

Bukan berarti nikel ditinggalkan. Sherly memastikan Pemprov tetap menjaga daya tarik investasi di sektor hilirisasi nikel, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

Namun ada syarat yang tidak bisa ditawar. Dunia usaha di sektor pertambangan didorong menerapkan Good Mining Practice dengan menjalankan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), sebuah kerangka tata kelola yang mencakup tanggung jawab terhadap lingkungan, dampak sosial, dan tata kelola perusahaan. Pemprov juga mengawasi langsung proses replanting dan reklamasi lahan pascatambang untuk memastikan fungsi hutan dan lingkungan bisa dipulihkan.

Pengawasan ketat di sektor tambang ini sejalan dengan tekanan global terhadap industri nikel agar lebih ramah lingkungan, terutama seiring meningkatnya permintaan nikel untuk baterai kendaraan listrik di pasar internasional.

SDM, Kesehatan, dan Infrastruktur Ikut Diperkuat

Sherly tidak hanya bicara soal komoditas. Dalam dialog yang sama, ia menyebut tiga bidang lain yang masuk dalam komitmen Pemprov: peningkatan kualitas sumber daya manusia, perbaikan layanan dan fasilitas kesehatan, serta penguatan infrastruktur jalan dan jembatan.

Ketiga bidang itu dinilai sebagai fondasi yang harus diperkuat jika Maluku Utara ingin benar-benar naik kelas dari sekadar provinsi penghasil bahan tambang mentah menjadi daerah dengan ekonomi yang lebih beragam dan mandiri.

Dengan pembukaan 10 ribu hektare sawah baru dan pengembangan hilirisasi kelapa yang mulai berjalan, publik menunggu sejauh mana realisasi program-program itu bisa benar-benar menyentuh kehidupan petani dan nelayan di lapangan.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Arif Budiman