Berita

Ekonomi Maluku Utara Tumbuh 19,64 Persen, Tapi 1.900 Km Jalan Kabupaten Masih Belum Tuntas

81
×

Ekonomi Maluku Utara Tumbuh 19,64 Persen, Tapi 1.900 Km Jalan Kabupaten Masih Belum Tuntas

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pertumbuhan ekonomi Maluku Utara mencapai 19,64 persen secara tahunan (year-on-year) pada Kuartal I-2026, jauh melampaui rata-rata nasional. Namun di balik angka itu, provinsi ini masih menanggung pekerjaan rumah infrastruktur yang berat: 1.900 kilometer jalan kabupaten belum terselesaikan, dan target 550 kilometer jalan provinsi harus rampung sebelum 2030.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menyebut hilirisasi nikel sebagai mesin utama pertumbuhan tersebut. Sektor industri pengolahan, yang menjadi tulang punggung lapangan usaha produksi daerah, tumbuh 37,09 persen dalam periode yang sama. “Posisi Maluku Utara sebagai bagian dari pengembangan industri energi baru dan terbarukan yang strategis masih dalam tahap awal sehingga hilirisasi nikel masih sangat besar dapat tumbuh besar,” kata Sherly dalam dialog yang ditayangkan CNBC Indonesia, Selasa (11/5/2026).

Hilirisasi Nikel Serap 100 Ribu Tenaga Kerja

Angka serapan tenaga kerja dari sektor hilirisasi mineral terbilang signifikan. Industri nikel di Maluku Utara kini mempekerjakan 100 ribu orang, dan efek bergandanya sudah terasa di sektor lain: properti dan rumah tinggal mulai bergerak, begitu pula usaha mikro kecil menengah di bidang makanan dan minuman.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia lokal agar warga setempat mampu bersaing mengisi kebutuhan talenta di industri hilirisasi mineral, bukan sekadar menjadi penonton di daerah sendiri.

10 Kabupaten Sudah Punya RS Tipe C, Dokter Masih Kurang

Pembangunan layanan kesehatan juga masuk prioritas. Pemprov tengah menyelesaikan pembangunan sejumlah Rumah Sakit Tipe C sehingga seluruh 10 kabupaten/kota di Maluku Utara akan memiliki fasilitas rumah sakit dengan kelengkapan standar tipe tersebut. RS Tipe C adalah kategori rumah sakit yang wajib menyediakan empat spesialisasi dasar: penyakit dalam, bedah, kebidanan, dan anak.

Meski infrastruktur fisik rumah sakit mulai terbangun, Sherly mengakui satu kendala belum terpecahkan: kuota dokter. Pemenuhan tenaga medis di daerah kepulauan seperti Maluku Utara memang kerap menjadi masalah klasik yang tidak cukup diselesaikan hanya dengan membangun gedung.

Target 550 Km Jalan Provinsi Sebelum 2030

Konektivitas wilayah menjadi tantangan tersendiri. Maluku Utara menargetkan pembangunan 550 kilometer jalan provinsi sebelum tahun 2030. Angka itu belum termasuk 1.900 kilometer total jalan kabupaten yang juga menunggu penyelesaian.

Kondisi geografis Maluku Utara memang tidak mudah. Provinsi ini terdiri dari gugusan kepulauan, membuat pembangunan jalan dan jembatan membutuhkan biaya dan waktu yang jauh lebih besar dibandingkan daerah daratan. Koneksi antarwilayah yang lemah langsung berdampak pada distribusi barang dan mobilitas warga.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang melonjak tajam, tekanan untuk mempercepat pemerataan infrastruktur kini semakin besar. Masyarakat di wilayah-wilayah terpencil Maluku Utara menunggu apakah limpahan hasil nikel benar-benar akan mengubah kualitas jalan, jembatan, dan layanan kesehatan yang mereka rasakan sehari-hari.

Penulis: Teras News
Editor: Surya Dharma