Internasional

Tolak Warisan Rp 90 Triliun, Putra Konglomerat Malaysia Ananda Krishnan Pilih Jadi Biksu Hutan

10
×

Tolak Warisan Rp 90 Triliun, Putra Konglomerat Malaysia Ananda Krishnan Pilih Jadi Biksu Hutan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rp 90 triliun. Angka itu bukan sekadar warisan — itu adalah seluruh kerajaan bisnis yang seharusnya jatuh ke tangan Ven Ajahn Siripanyo, putra tunggal Ananda Krishnan, konglomerat terkaya Malaysia. Siripanyo justru memilih menanggalkan semuanya, mengenakan jubah saffron, dan hidup dari sedekah makanan warga sekitar.

Keputusan itu bukan impuls sesaat. Siripanyo meninggalkan kehidupan materialnya sejak usia muda, memilih jalur biksu hutan atau Ajahn dalam tradisi Theravada, salah satu aliran Buddha yang menekankan hidup asketis dan meditasi mendalam di hutan. Ia melepaskan seluruh hak material atas kekayaan sang ayah, yang menurut laporan South China Morning Post memiliki kekayaan bersih sekitar Rp 90 triliun.

Hidup dari Sedekah, Tidur di Tempat Bersahaja

Keseharian Siripanyo kini berjarak jauh dari gedung-gedung korporasi. Ia mengandalkan derma makanan dari masyarakat setempat, beristirahat di tempat sederhana, dan mengisi hari-harinya dengan meditasi serta pembersihan batin. Tidak ada rapat direksi. Tidak ada laporan keuangan kuartalan.

Keluarga Ananda Krishnan tidak menentang pilihan itu. “Pilihan Ajahn Siripanyo sepenuhnya adalah pilihannya sendiri, dan itu dihormati dalam keluarga,” tulis laporan South China Morning Post yang dikutip Economic Times.

Meski memutus ikatan dengan dunia materialistis, Siripanyo sesekali masih mengunjungi sang ayah. Kunjungan itu dilakukan dengan tetap menjaga batasan ketat sesuai prinsip ajaran Buddha yang ia pegang.

Dibandingkan Tokoh Fiksi “The Monk Who Sold His Ferrari”

Banyak pengamat menyandingkan kisah Siripanyo dengan Julian Mantle, karakter utama dalam novel laris Robin Sharma berjudul The Monk Who Sold His Ferrari — sebuah buku tentang pengacara sukses yang meninggalkan segalanya demi pencarian spiritual. Bedanya satu hal yang mendasar: Julian Mantle adalah fiksi. Siripanyo nyata.

Tradisi Theravada, aliran Buddha yang dipilih Siripanyo, dikenal sebagai salah satu bentuk paling tua dari ajaran Buddha dan tersebar luas di Asia Tenggara, termasuk Thailand, Myanmar, dan Sri Lanka. Praktik biksu hutan dalam tradisi ini mengharuskan pengikutnya hidup jauh dari keramaian kota, mendekat ke alam, dan meminimalkan kebutuhan duniawi semaksimal mungkin.

Ananda Krishnan sendiri dikenal sebagai salah satu figur bisnis paling berpengaruh di Malaysia dengan imperium usaha yang membentang di berbagai sektor. Siripanyo adalah satu-satunya putra lelaki yang secara logis berada di posisi pewaris utama seluruh gurita bisnis tersebut — posisi yang kini ia tinggalkan sepenuhnya.

Kisah Siripanyo terus beredar luas di berbagai platform media internasional, memantik diskusi tentang makna kekayaan dan pilihan hidup di tengah dunia yang kian mengukur segalanya dengan angka.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma