Teras News — Rp 8 triliun. Angka itulah yang dipatok Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebagai target transaksi Jakarta Fair Kemayoran 2026, ajang pameran terbesar di Indonesia yang resmi dibuka pada Jumat (12/6).
Pramono hadir langsung untuk membuka pameran tahunan itu di hari pertama penyelenggaraan. Ribuan stan langsung ramai dikunjungi pengunjung sejak pintu dibuka.
2.800 Peserta dari Berbagai Sektor Industri
Jakarta Fair 2026 diikuti 2.800 peserta dengan total 1.800 tenant. Cakupan produk yang dipamerkan terbilang luas: mulai dari produk UMKM, kendaraan bermotor, elektronik, hingga aneka kuliner. Dengan skala sebesar itu, pameran ini menjadi salah satu etalase terbesar bagi pelaku usaha Indonesia untuk menjangkau jutaan calon pembeli sekaligus dalam satu lokasi.
Baca Juga:
Bagi pelaku UMKM, ajang ini kerap menjadi kesempatan langka untuk bersaing satu panggung dengan merek-merek besar. Pembeli pun mendapat pilihan yang jauh lebih beragam dibanding berbelanja di mal biasa.
Target Rp 8 Triliun Jadi Tolok Ukur Keberhasilan
Angka Rp 8 triliun bukan sekadar proyeksi optimistis. Target itu mencerminkan ekspektasi Pemprov DKI bahwa Jakarta Fair mampu menggerakkan konsumsi masyarakat secara masif dalam waktu singkat. Pameran berlangsung selama beberapa pekan, sehingga nilai transaksi harian yang harus tercapai terbilang signifikan untuk menembus angka tersebut.
Warga yang berencana hadir ke Kemayoran bisa menemukan penawaran dari ratusan merek otomotif dan elektronik yang biasanya hanya tersebar di berbagai gerai terpisah di seluruh kota.
Jakarta Fair Kemayoran rutin digelar setiap tahun dan selalu menarik jutaan pengunjung dari Jakarta maupun luar kota. Tahun ini, dengan jumlah peserta dan tenant yang besar, antusiasme pengunjung di hari pertama sudah terlihat tinggi.
Editor: Surya Dharma