Berita

Kendal Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Petasol lewat Teknologi Pirolisis

12
×

Kendal Ubah Sampah Plastik Jadi Bahan Bakar Petasol lewat Teknologi Pirolisis

Sebarkan artikel ini

Teras News — Warga Kabupaten Kendal kini punya harapan baru dalam mengatasi tumpukan sampah plastik yang selama ini sulit terurai. Plastik-plastik yang sudah tak bernilai ekonomis sekalipun kini bisa disulap menjadi bahan bakar alternatif melalui teknologi pirolisis yang mulai dioperasikan pemerintah setempat.

Pemerintah Kabupaten Kendal berhasil mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar yang diberi nama Petasol, menggunakan teknologi pirolisis multi kondensor generasi ke-50. Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyebut plastik yang diolah adalah jenis yang benar-benar sudah tidak memiliki nilai ekonomis — jenis sampah yang biasanya berakhir di tempat pembuangan akhir tanpa ada yang mau menyentuhnya.

“Harapan kami, tempat pengolahan sampah reduce, reuse, recycle (TPS3R) dengan teknologi ini bisa menyelesaikan masalah sampah plastik yang selama ini sulit dikelola,” kata Dyah.

Petasol: Bahan Bakar dari Plastik yang Tak Laku Dijual

Petasol adalah nama bahan bakar hasil olahan sampah plastik lewat proses pirolisis. Pirolisis sendiri merupakan proses pemanasan material organik, termasuk plastik, pada suhu tinggi tanpa oksigen sehingga menghasilkan minyak, gas, dan residu padat. Teknologi ini bukan pertama kali dicoba di Indonesia, namun penerapannya di tingkat kabupaten oleh pemerintah daerah masih terbilang jarang.

Yang membedakan pendekatan Kendal adalah fokusnya pada sampah plastik yang sudah tak bisa didaur ulang secara konvensional. Plastik-plastik kotor, campur, dan tak laku dijual ke pengepul inilah yang menjadi bahan baku utama Petasol. Dengan kata lain, limbah paling bermasalah justru menjadi bahan baku.

TPS3R Jadi Ujung Tombak Pengolahan

Pengolahan Petasol dijalankan melalui jaringan Tempat Pengolahan Sampah 3R (TPS3R) yang tersebar di Kendal. TPS3R adalah fasilitas pengolahan sampah berbasis komunitas yang menerapkan prinsip reduce (mengurangi), reuse (menggunakan kembali), dan recycle (mendaur ulang). Dengan masuknya teknologi pirolisis ke dalam sistem ini, TPS3R tidak lagi sekadar memilah sampah, tapi juga memproduksi energi.

Langkah Kendal ini datang di tengah tekanan yang dirasakan banyak daerah di Indonesia soal pengelolaan sampah plastik. Volume sampah plastik terus bertambah setiap tahun, sementara kapasitas tempat pembuangan akhir di berbagai daerah kian terbatas. Bahan bakar Petasol dari hasil pirolisis diharapkan bisa menjadi bagian dari solusi jangka panjang, sekaligus membuka kemungkinan pemanfaatan energi lokal dari limbah.

Sejauh ini, pemerintah Kabupaten Kendal belum merinci berapa kapasitas produksi Petasol per harinya maupun rencana distribusi bahan bakar tersebut ke masyarakat luas. Publik menunggu kelanjutan program ini, termasuk apakah Petasol nantinya bisa diakses warga secara langsung atau hanya digunakan untuk kebutuhan operasional pemerintah daerah.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman