Teras News — Warga desa di Kabupaten Sragen kini bisa membeli benih padi, mengisi gas LPG, hingga membayar pajak kendaraan lewat layanan Samsat, semuanya melalui satu koperasi di desa mereka sendiri. Itu bukan janji, melainkan kegiatan yang sudah berjalan di 20 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Sragen sejak unit-unit tersebut mulai beroperasi.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan operasionalisasi 1.061 KDMP di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur pada Sabtu (16/5/2026) secara hybrid. Di Kabupaten Sragen, titik peresmian dipusatkan di KDMP Desa Sepat, Kecamatan Masaran. Dari total KDMP di kabupaten itu, 94 unit telah menyelesaikan pembangunan gedung secara penuh.
20 Koperasi Aktif, dari Jual Benih Padi sampai Layanan Laku Pandai
Bupati Sragen Sigit Pamungkas merinci, 20 KDMP yang sudah beroperasi menjalankan beragam jenis usaha. Ada yang fokus jual beli benih padi dan pupuk, ada yang membuka simpan pinjam, menjual sembako, menyediakan gas LPG, memberikan layanan pertanian, laku pandai (layanan perbankan tanpa kantor), sampai layanan Samsat untuk pembayaran pajak kendaraan.
Baca Juga:
“Variasi ini menunjukkan insting bisnis yang mulai tumbuh di tingkat desa,” kata Sigit dalam peresmian tersebut.
Sigit menyebut angka 1.061 KDMP yang diresmikan serentak itu sebagai pencapaian besar dalam tempo singkat. “Bapak Presiden telah meresmikan operasionalisasi 1.061 KDMP. Jumlah yang besar dalam waktu yang singkat, ini sebuah ikhtiar luar biasa yang dikawal dengan sepenuh hati,” ujarnya.
Bupati Sigit juga menekankan transparansi sebagai syarat mutlak agar koperasi tidak bernasib seperti koperasi-koperasi terdahulu yang banyak bermasalah. “Transparansi penting untuk menciptakan trust masyarakat, sehingga masyarakat juga bisa ikut mengawasi. Saya juga meminta KDMP yang sudah berjalan agar bisa menjadi contoh yang baik bagi koperasi lainnya,” tegasnya.
Kota Magelang Bangun KDMP di Kompleks Rusunawa
Di Kota Magelang, pembangunan KDMP Wates telah selesai. Lokasinya berada di kompleks Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Wates, Kecamatan Magelang Utara, tepat di tengah kawasan permukiman padat penduduk.
Wali Kota Magelang Damar Prasetyono menilai lokasi itu dipilih karena strategis. Kehadiran koperasi di titik tersebut diharapkan langsung menyentuh warga yang tinggal di rusunawa maupun sekitarnya. “Kami berharap koperasi ini bisa berjalan dan bisa meningkatkan kesejahteraan. Dan juga roda ekonomi di sekitar KDMP ini,” kata Damar.
KDMP merupakan program koperasi berbasis desa dan kelurahan yang digagas pemerintah sebagai implementasi Pasal 33 UUD 1945, yang menempatkan koperasi sebagai soko guru (pilar utama) perekonomian nasional. Program ini dirancang agar perputaran uang lebih banyak terjadi di tingkat desa, bukan tersedot ke kota.
Sigit optimistis model ini bisa tumbuh jika pemerintah konsisten memberikan pendampingan. Ia juga menyebut pelajaran dari masa lalu perlu dijadikan pagar. “Semoga sejarah yang kurang baik terkait koperasi bisa dihindari, dan KDMP ke depan benar-benar berjalan baik untuk kesejahteraan masyarakat desa,” ungkapnya.
Dengan 74 KDMP lainnya di Sragen yang gedungnya sudah berdiri tapi belum memulai usaha, agenda terdekat pemerintah kabupaten adalah mendorong unit-unit tersebut segera beroperasi dan menyerap model dari 20 yang sudah jalan.
Editor: Ratna Dewi