Internasional

IAEA Lacak Uranium Diperkaya Iran via Satelit, Sebagian Besar Diduga Masih di Fasilitas Isfahan

16
×

IAEA Lacak Uranium Diperkaya Iran via Satelit, Sebagian Besar Diduga Masih di Fasilitas Isfahan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menggunakan teknologi pemantauan satelit untuk mengidentifikasi lokasi penyimpanan uranium yang sangat diperkaya milik Iran. Direktur Jenderal IAEA menyatakan sebagian besar stok uranium diperkaya tinggi itu kemungkinan masih tersimpan di fasilitas Isfahan, Iran.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal IAEA dalam laporan terbaru lembaga pengawas nuklir internasional tersebut, sebagaimana dilaporkan Sindonews. Isfahan sendiri merupakan kota industri besar di Iran tengah yang selama bertahun-tahun menjadi pusat operasi program nuklir negara itu.

Satelit Jadi Alat Pemantau Aktivitas Nuklir Iran

Penggunaan citra satelit oleh IAEA bukan hal baru dalam pengawasan program nuklir suatu negara. Teknologi ini memungkinkan inspektur internasional memantau pergerakan material, perubahan infrastruktur fasilitas, serta aktivitas di lokasi yang sulit diakses secara langsung.

Dalam konteks Iran, akses inspektur IAEA ke sejumlah fasilitas nuklir telah menjadi sumber ketegangan diplomatik selama bertahun-tahun. Teheran membatasi kunjungan langsung ke beberapa situs sensitif, sehingga pemantauan via satelit menjadi salah satu instrumen utama yang diandalkan lembaga ini untuk memverifikasi aktivitas nuklir Iran dari luar.

Isfahan, Jantung Program Nuklir Iran

Fasilitas Isfahan dikenal sebagai salah satu instalasi nuklir terpenting Iran. Di sana terdapat berbagai unit konversi dan pengolahan uranium yang telah beroperasi selama puluhan tahun dan kerap menjadi objek perhatian komunitas internasional.

Uranium yang sangat diperkaya (highly enriched uranium atau HEU) merupakan material yang tingkat pengayaannya jauh melampaui kebutuhan reaktor sipil biasa. Material ini masuk kategori sensitif karena secara teknis dapat diproses lebih lanjut menuju pembuatan senjata nuklir — sebuah tuduhan yang selalu dibantah keras oleh pemerintah Iran, yang menyebut program nuklirnya semata untuk tujuan damai.

Komunitas internasional, khususnya Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, terus mendesak Iran memberi akses penuh kepada inspektur IAEA untuk memverifikasi klaim tersebut. Negosiasi terkait program nuklir Iran dan kemungkinan pemulihan Perjanjian Nuklir 2015 (JCPOA) masih berlangsung di berbagai forum diplomatik.

IAEA hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai volume pasti uranium yang teridentifikasi di fasilitas Isfahan maupun rincian teknis metode pemantauan satelit yang digunakan dalam proses identifikasi ini.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman