Teras News — Pabrik Gula (PG) Mojo di Kabupaten Sragen menetapkan target produksi tebu sebesar lima juta kuintal untuk musim giling 2026, naik dari capaian rekor tahun lalu sebesar 4,4 juta kuintal yang sekaligus menjadi produksi tertinggi di Jawa Tengah. Musim giling dijadwalkan dimulai 9 Mei 2026 dan berlangsung selama 170 hari.
“Kami optimistis target giling tahun ini tercapai. Tahun lalu terserap sekitar 570 tenaga kerja, mayoritas warga Sragen, dan akan terus ditingkatkan,” kata General Manager PG Mojo Sragen, Rohsudyanto, saat penanda dimulainya musim giling di Sragen, Rabu (29/4/2026).
Produksi 2025 Capai 27 Ribu Ton Gula, Tertinggi di Jawa Tengah
Tahun 2025 menjadi titik tertinggi sepanjang sejarah PG Mojo. Produksi tebu tembus 4,4 juta kuintal, menghasilkan sekitar 27 ribu ton gula. Angka itu menempatkan PG Mojo sebagai pabrik gula dengan produksi terbesar di Jawa Tengah.
Baca Juga:
Rohsudyanto juga menyebut pengelolaan limbah pabrik turut diperkuat melalui kerja sama budidaya cacing dan Karang Taruna setempat dalam pengolahan kompos. Langkah itu ditempuh agar proses produksi lebih ramah lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi komunitas sekitar.
Sragen Dapat Alokasi Rp23 Miliar untuk Perluasan Lahan Tebu
Bupati Sragen Sigit Pamungkas mengungkapkan, Kabupaten Sragen mendapat alokasi program prioritas nasional untuk peningkatan produksi tebu melalui bongkar ratoon (peremajaan tanaman tebu) dan perluasan lahan seluas 1.670 hektare. Total bantuan yang dialokasikan mencapai Rp23 miliar.
Realisasinya baru menyentuh 746 hektare dari target 1.670 hektare. Sigit meminta percepatan agar seluruh target lahan dapat terpenuhi dalam tahun ini.
“Target produksi PG Mojo tahun ini tidak sekadar capaian, tetapi menjadi cerminan penguatan ekonomi masyarakat. Peningkatan produksi tebu diharapkan berdampak langsung pada kesejahteraan petani serta menekan angka kemiskinan, khususnya di wilayah utara Sragen sebagai sentra tebu,” ujar Sigit.
Petani Tebu Minta Manajemen Distribusi Diperbaiki
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Sragen, Parwanto, menyatakan para petani siap mendukung target produksi 2026. Namun, ia mengingatkan satu masalah yang kerap mengganggu proses giling: antrean panjang saat tebu masuk ke pabrik.
“Kami para petani telah berupaya maksimal selama satu tahun dengan biaya yang tidak kecil. Harapannya, hasil yang diperoleh juga sebanding. PG Mojo harus maju, petani juga harus sejahtera. Mari kita sukseskan giling 2026 sebagai bagian dari kontribusi menuju swasembada gula nasional,” tegasnya.
Pembukaan musim giling tahun ini ditandai dengan tradisi selamatan giling, termasuk arak-arakan tebu pengantin dan pertunjukan wayang ruwatan. Tradisi yang diinisiasi PT Sinergi Gula Nusantara selaku pengelola PG Mojo ini merupakan ritual tahunan sebagai permohonan kelancaran proses produksi sepanjang musim giling.
Dengan masa giling 170 hari yang dimulai 9 Mei, seluruh target lima juta kuintal tebu diharapkan tuntas sebelum akhir tahun. Pencapaian target itu sekaligus menjadi bagian dari agenda swasembada gula nasional yang tengah dikejar pemerintah pusat.
Editor: Surya Dharma