Berita

MTQ Nasional 2026 di Semarang: 8.000 Peserta Butuh Tambahan Penerbangan ke Bandara Ahmad Yani

14
×

MTQ Nasional 2026 di Semarang: 8.000 Peserta Butuh Tambahan Penerbangan ke Bandara Ahmad Yani

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ribuan peserta dari seluruh provinsi Indonesia berpotensi kesulitan menjangkau Semarang jika kapasitas penerbangan ke Bandara Ahmad Yani tidak segera ditambah. Kekhawatiran itu menjadi isu utama dalam rapat koordinasi teknis persiapan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI 2026, yang ditargetkan menarik sekitar 8.000 peserta dari berbagai daerah.

Rapat koordinasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) berlangsung di Jakarta, Rabu (29/4/2026). Pertemuan itu membahas kesiapan pelaksanaan MTQ yang dijadwalkan digelar di Kota Semarang pada September 2026.

13 Venue Terpusat di Semarang, Mobilisasi Jadi Tantangan

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan bahwa persiapan administratif sudah tuntas — mulai dari Surat Keputusan kepanitiaan, tema acara, logo, hingga maskot. Proses pemilihan event organizer pun mulai berjalan bulan ini.

“Tahapan kita sudah semakin matang. Tempat, logo, dan tema sudah disepakati. Bulan April ini kita mulai proses penentuan event organizer yang akan melaksanakan kegiatan,” kata Taj Yasin.

Namun, ada satu persoalan yang ia tekankan membutuhkan campur tangan pemerintah pusat: aksesibilitas. MTQ 2026 akan memanfaatkan 13 venue, semuanya tersebar di Kota Semarang. Dengan ribuan peserta yang harus bergerak antar lokasi, ketersediaan armada transportasi menjadi krusial.

“Kami butuh koordinasi terkait akses penerbangan bagi kafilah dari berbagai provinsi agar lebih mudah menjangkau Jawa Tengah. Dukungan armada untuk mobilisasi antar-13 venue juga penting,” ujar Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin.

Kemenko PMK Siapkan Koordinasi Extra Flight dengan Maskapai

Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, mengakui skala peserta yang mencapai sekitar 8.000 orang menjadi tantangan logistik tersendiri. Ia memastikan pihaknya akan segera bergerak.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, untuk memastikan adanya penambahan jumlah penerbangan (extra flight) menuju Semarang,” kata Warsito.

Koordinasi tidak akan berhenti di level kementerian. Warsito menyebut pihaknya juga akan menyasar langsung penyedia jasa penerbangan, termasuk Garuda Indonesia dan maskapai lainnya, agar jadwal penerbangan tidak menjadi hambatan bagi peserta dari pelosok daerah.

Menko PMK Pratikno turut meyakinkan Pemprov Jawa Tengah bahwa pemerintah pusat sudah berpengalaman mengelola event berskala nasional. Ia mencontohkan koordinasi serupa yang pernah dilakukan untuk penyelenggaraan haji, mudik, dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

“Pokoknya kita dukung penuh. Apalagi ini di Semarang, wilayahnya sudah menyatu dengan Solo dan Jogja, sehingga akses akomodasi sangat fleksibel,” ujar Pratikno.

Persiapan Berjalan sejak Awal 2026

MTQ Nasional merupakan ajang dua tahunan yang mempertemukan para qari dan qariah (pembaca Al-Quran) terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia, mencakup berbagai cabang lomba mulai dari tilawah, tahfiz, hingga tafsir. Penyelenggaraan di Semarang menjadi pertaruhan bergengsi bagi Jawa Tengah sebagai tuan rumah.

Taj Yasin menyatakan persiapan sudah bergulir sejak awal tahun. Dengan waktu sekitar lima bulan tersisa sebelum pelaksanaan, tekanan kini beralih ke kesiapan infrastruktur dan transportasi, dua aspek yang sepenuhnya bergantung pada koordinasi lintas kementerian. Hasil rapat Rabu lalu menjadi pijakan konkret untuk langkah-langkah berikutnya.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma