Berita

Harga Kemasan Plastik Naik Imbas Gejolak Global, Pupuk Kaltim Pilih Efisiensi Operasional

16
×

Harga Kemasan Plastik Naik Imbas Gejolak Global, Pupuk Kaltim Pilih Efisiensi Operasional

Sebarkan artikel ini

Teras News — Tekanan biaya dari kenaikan harga komponen plastik kemasan mulai menghantam industri pupuk nasional. PT Pupuk Kaltim (PKT) mengakui kenaikan itu nyata, namun perusahaan memilih menahan dampaknya lewat efisiensi di berbagai lini operasional, bukan meneruskan beban biaya ke sisi bisnis secara langsung.

Sekretaris Perusahaan PT Pupuk Kaltim, Anggono Wijaya, menyebut kenaikan harga tidak hanya terjadi pada satu komponen. Kemasan adalah salah satu yang paling terasa. Ia mengaitkan tekanan ini dengan memanasnya situasi geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang memicu lonjakan harga bahan baku di pasar internasional.

“Jadi adanya kenaikan harga dari beberapa komponen, untuk ini tadi seperti yang dicontohkan, seperti kemasan dan lain-lain ya. Jadi sebenarnya mungkin sama ya, dengan adanya dinamika global saat ini ya, bukan hanya PKT yang merasakan tapi saya yakin juga perusahaan lain juga pasti akan sama,” kata Anggono dalam acara Silaturahmi Media di Jakarta, Rabu (29/4/2026).

Program Operational Excellence Jadi Tameng Biaya

PKT mengandalkan program yang mereka sebut operational excellence sebagai respons utama. Program ini bukan sekadar pemotongan anggaran biasa. Anggono menjelaskan, program tersebut mencakup perbaikan tata kelola operasional secara menyeluruh dan penguatan manajemen risiko di setiap fungsi perusahaan.

“PKT punya program operasional excellent, jadi bagaimana kita memastikan fungsi-fungsi operasional itu dijalankan dengan baik. Dengan baik, dengan tata kelola yang benar, dan juga dengan manajemen risiko yang kuat, sehingga program efisiensi yang dijalankan itu bisa meringankan lah ya dengan adanya kenaikan-kenaikan biaya di lain,” jelasnya.

Pesan Anggono singkat dan tegas soal dampaknya terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.

“Jadi ya poinnya ada kenaikan, tapi kita coba efisiensi di lain hal gitu. Sehingga secara keseluruhan itu tidak berdampak terhadap bisnis PKT,” pungkasnya.

Industri Pupuk Nasional Ikut Terseret Arus Global

Pupuk Kaltim bukan satu-satunya yang merasakan tekanan ini. Anggono sendiri mengakui bahwa seluruh industri yang bergantung pada bahan baku dan komponen impor berpotensi menghadapi tekanan serupa, seiring dengan volatilitas harga komoditas global yang belum mereda.

Plastik untuk kemasan pupuk umumnya berbahan baku polietilena atau polipropilena, yang harganya sangat sensitif terhadap pergerakan harga minyak mentah dunia dan gangguan rantai pasok global. Ketika konflik di kawasan penghasil minyak memanas, harga bahan turunan minyak bumi ikut terdongkrak.

Dengan strategi efisiensi yang dijalankan, PKT untuk sementara berhasil menyerap tekanan biaya tanpa harus mengubah struktur harga jual atau memangkas program operasional. Publik dan pelaku industri pupuk tentu akan mencermati apakah pendekatan ini cukup bertahan jika tekanan harga global berlanjut hingga semester kedua 2026.

Penulis: Dian Permata
Editor: Surya Dharma