Berita

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Publik Hentikan Sebar Hoaks Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi

17
×

Menkomdigi Meutya Hafid Minta Publik Hentikan Sebar Hoaks Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Dua pesan tegas keluar dari Kementerian Komunikasi dan Digital pada Selasa (28/4/2026): jangan sebar hoaks, dan jangan ulang-ulang konten sensitif seputar tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyampaikan imbauan itu langsung usai konferensi pers di Gedung Komdigi, Jakarta. Menurutnya, kecelakaan yang telah merenggut korban jiwa ini bukan ruang untuk menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Ini musibah sudah sangat menyesakan, ya. Baik bagi keluarga korban maupun juga kita semua. Jadi, tentu kita menghimbau betul tidak ada yang memanfaatkan peristiwa musibah seperti ini. Pertama, apalagi untuk menyebarkan hoaks atau berita tidak benar,” kata Meutya.

Konten Berulang Dinilai Picu Trauma Psikologis Korban

Bukan hanya soal hoaks. Meutya juga menyoroti kebiasaan warganet yang terus-menerus membagikan ulang video atau foto kejadian. Kebiasaan itu, menurutnya, bisa menimbulkan luka psikologis bagi korban yang sebagian masih menjalani perawatan di rumah sakit, maupun bagi keluarga mereka.

“Kalaupun tidak benar, kemudian mengulang-ulang sehingga ini membuatkan trauma psikis mungkin bagi keluarga korban ataupun korban, karena korban juga masih ada yang sekarang ditangani di rumah sakit,” tegasnya.

Permintaan Meutya merujuk pada dua hal sekaligus: misinformasi yang berpotensi memperkeruh situasi, dan konten berlebihan yang memperparah kondisi psikis penyintas serta keluarganya.

Penyensoran Konten Masih Dibahas Internal Komdigi

Saat ditanya soal kemungkinan pemblokiran konten yang menampilkan korban secara eksplisit, Meutya mengaku pihaknya masih dalam tahap diskusi internal bersama Direktur Jenderal terkait.

“Kita sedang diskusi dengan Pak Dirjen kalau memang ada kira-kira yang perlu kita lakukan penanganan, kita akan lakukan penanganan. Tapi, pada semangatnya kita ingin masyarakatnya juga untuk tidak melakukan itu,” ujarnya.

Pendekatan utama Komdigi saat ini lebih mengandalkan kesadaran publik ketimbang intervensi teknis. Meutya berharap masyarakat bergerak atas dasar kemanusiaan tanpa perlu menunggu tindakan dari pemerintah.

“Kita himbau betul bahwa tidak perlu ada intervensi khusus dari Kemkomdigi. Ini semuanya atas dasar kemanusiaan untuk tidak melakukan sharing yang berlebihan, tidak melakukan sharing yang misinformasi, tidak melakukan hal-hal yang kira-kira berdampak tidak baik bagi korban maupun keluarganya,” pungkas Meutya.

Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur menjadi salah satu insiden kereta api yang mendapat perhatian luas di media sosial. Komdigi menyatakan akan terus memantau penyebaran informasi terkait kejadian ini dan tidak menutup kemungkinan mengambil tindakan teknis jika diperlukan.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi