Berita

Ahmad Luthfi Ancam Evaluasi Direksi BUMD Jateng yang Tidak Efektif dalam RUPS Senin (27/4)

15
×

Ahmad Luthfi Ancam Evaluasi Direksi BUMD Jateng yang Tidak Efektif dalam RUPS Senin (27/4)

Sebarkan artikel ini

Teras News — Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Tengah agar segera berbenah dan berinovasi, atau siap menghadapi evaluasi jabatan. Peringatan itu disampaikan langsung dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tiga BUMD yang digelar di kantor gubernur, Senin (27/4/2026).

“Tidak peduli komisaris atau direktur utama, selama tidak efektif akan kami evaluasi,” kata Luthfi tegas di hadapan para direksi.

RUPS Tiga BUMD Sekaligus, Luthfi Pimpin Langsung

Hari itu Luthfi memimpin RUPS tiga unit BUMD sekaligus: PT Jateng Agro Berdikari (JTAB), PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), dan PT Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP). Ketiga perusahaan daerah ini masuk dalam radar evaluasi gubernur karena dinilai belum maksimal mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Tengah.

Luthfi menyebut keterbatasan fiskal pemerintah provinsi sebagai alasan utama mengapa BUMD harus tampil lebih agresif dalam mencari peluang bisnis. “Saat ada keterbatasan fiskal dari pemerintah provinsi dalam membangun daerah, maka yang diandalkan adalah terobosan kreatif untuk mengembangkan BUMD,” ujarnya.

Gandeng Kadin hingga Gekrafs untuk Perluas Bisnis

Gubernur meminta masing-masing BUMD aktif menggandeng berbagai mitra eksternal. Ia menyebut sejumlah organisasi yang bisa dijadikan mitra, antara lain Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Tengah, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jawa Tengah, dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs).

Menurut Luthfi, potensi pengembangan bisnis oleh masing-masing BUMD sangat besar. Kolaborasi dengan berbagai pihak itu diharapkan mampu meningkatkan daya guna dan daya saing perusahaan-perusahaan daerah tersebut.

Keuntungan yang dihasilkan BUMD nantinya akan masuk ke kas PAD, yang kemudian diputar kembali untuk membiayai pembangunan daerah. Skema ini menjadi satu-satunya andalan ketika alokasi fiskal dari pusat tidak mencukupi kebutuhan Jawa Tengah.

PT JTAB Dapat Apresiasi atas Gerakan Pangan Murah

Di tengah tekanan evaluasi, Luthfi masih menyisipkan apresiasi untuk PT JTAB. Perusahaan daerah bidang agribisnis itu dinilai sudah berjalan pada jalur yang tepat karena secara aktif ikut menjaga inflasi daerah melalui gerakan pangan murah, operasi pasar, serta kios-kios JTAB yang tersebar di beberapa daerah di Jawa Tengah.

Kinerja PT JTAB menjadi contoh konkret yang Luthfi dorong untuk ditiru dua BUMD lainnya, SPJT dan PRPP, yang bergerak di bidang investasi pembangunan dan pengelolaan kawasan rekreasi.

Publik kini menunggu respons nyata dari jajaran direksi ketiga BUMD tersebut, terutama setelah gubernur secara terbuka meletakkan jabatan mereka di atas meja evaluasi.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Ratna Dewi