Internasional

Menteri Pertahanan Latvia Dipecat Usai Drone Ukraina Masuk Wilayah Negaranya

7
×

Menteri Pertahanan Latvia Dipecat Usai Drone Ukraina Masuk Wilayah Negaranya

Sebarkan artikel ini

Teras News — Menteri Pertahanan Latvia dipecat menyusul insiden drone Ukraina yang melintas dan jatuh di wilayah negara anggota NATO itu. Ukraina telah meminta maaf atas kejadian tersebut, namun dampak politiknya sudah terlanjur bergulir.

Pemecatan ini mengguncang pemerintahan Latvia. Insiden drone itu memicu kemarahan publik dan tekanan politik yang cukup keras dari parlemen, hingga jabatan menteri pertahanan tidak bisa dipertahankan.

Drone Ukraina Jatuh di Wilayah Latvia

Latvia adalah salah satu negara Baltik yang berbatasan dengan Rusia dan Belarus, dua negara yang selama ini dianggap ancaman keamanan utama di kawasan tersebut. Karena posisi geografisnya, Latvia sangat sensitif terhadap setiap pelanggaran ruang udara, termasuk yang datang dari sekutu sekalipun.

Ukraina mengakui drone miliknya masuk ke wilayah Latvia dan menyampaikan permintaan maaf resmi. Namun pengakuan itu justru memperdalam krisis politik di Riga, ibu kota Latvia, karena publik mempertanyakan bagaimana pertahanan udara negara bisa kecolongan.

Krisis Politik di Riga Memuncak

Tekanan terhadap menteri pertahanan datang dari berbagai arah setelah insiden itu terungkap. Parlemen Latvia menilai insiden ini sebagai kegagalan pengawasan dan koordinasi pertahanan. Pemecatan pun tidak bisa dihindari.

Bagi NATO, kejadian ini menjadi pengingat bahwa perang di Ukraina membawa risiko tidak terduga bagi negara-negara tetangga, termasuk anggota aliansi. Latvia, Estonia, dan Lituania selama ini termasuk negara yang paling aktif mendukung Ukraina sekaligus paling waspada terhadap ancaman dari arah timur.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi siapa yang akan mengisi kursi menteri pertahanan Latvia. Pemerintah Latvia juga belum merinci lokasi persis tempat drone itu jatuh maupun seberapa jauh objek itu memasuki wilayah negara tersebut.

Penulis: Ahmad Fauzan
Editor: Ratna Dewi