Internasional

China Ungkap 10 Penemuan Arkeologi Terbaik 2025, dari Situs 220.000 Tahun hingga Jejak Kaisar Pertama

12
×

China Ungkap 10 Penemuan Arkeologi Terbaik 2025, dari Situs 220.000 Tahun hingga Jejak Kaisar Pertama

Sebarkan artikel ini

Teras News — Ribuan tahun sejarah peradaban manusia terkuak sekaligus dalam satu pengumuman. China merilis daftar 10 penemuan arkeologis teratas 2025 pada Rabu (29/4), menawarkan bukti-bukti baru yang selama ini hanya menjadi pertanyaan di kalangan akademisi global tentang asal-usul kehidupan prasejarah, tata kota kuno, hingga perjalanan kaisar pertama China.

Daftar tahunan itu dikeluarkan oleh Administrasi Warisan Budaya Nasional China dan secara luas diakui sebagai salah satu penghargaan paling otoritatif di bidang arkeologi negara tersebut. Sepuluh temuan yang masuk daftar ini tersebar dari hutan Pegunungan Changbai di China timur laut hingga kaki Pegunungan Helan di China barat laut.

Lebih dari 1.000 Lokasi Baru di Pegunungan Changbai

Temuan paling mencolok berasal dari Pegunungan Changbai, Provinsi Jilin, China timur laut. Proyek arkeologi yang mencakup lebih dari 100.000 kilometer persegi ini berhasil mengidentifikasi lebih dari 1.000 lokasi baru yang menyimpan sisa-sisa alat batu dari era Paleolitik.

Para arkeolog mengatakan temuan tersebut mendokumentasikan evolusi teknologi dan adaptasi manusia dari sekitar 220.000 hingga 13.000 tahun silam. Yang paling menonjol adalah industri alat berbahan obsidian (batuan vulkanik keras berwarna gelap yang sejak zaman purba dipakai manusia untuk membuat senjata dan peralatan) yang khas dan terstruktur. Penemuan ini diperkirakan akan mengubah pemahaman akademis tentang aktivitas manusia prasejarah di Asia Timur Laut, sekaligus memberi bukti penting soal pertukaran budaya lintas wilayah sejak ribuan tahun lalu.

Tata Kota Berusia 5.000 Tahun di Provinsi Gansu

Di ujung barat laut, Situs Nanzuo di Provinsi Gansu menyimpan kejutan lain. Situs seluas sekitar 6 juta meter persegi ini diakui sebagai puncak perkembangan Budaya Yangshao akhir, salah satu budaya Neolitik paling berpengaruh dalam sejarah China.

Kompleks tanah padat (rammed-earth) yang besar ditemukan di inti situs, disertai tata letak permukiman berlapis-lapis. Para peneliti menyimpulkan bahwa sistem perencanaan kota tradisional China yang berbasis model sumbu pusat sudah ada sejak sekitar 5.000 tahun lalu. Artefak yang ditemukan di lokasi ini mencakup tembikar bercat, batu pirus, dan material batu bata kuno yang mengindikasikan keahlian tingkat lanjut, stratifikasi sosial, serta jaringan pertukaran jarak jauh dengan wilayah-wilayah di sepanjang Sungai Yangtze dan Sungai Kuning.

Konfirmasi Arkeologis Pertama Kunjungan Qin Shi Huang

Salah satu temuan yang paling menggetarkan dunia sejarah datang dari Provinsi Shandong, China timur. Penggalian di Situs Teras Langya memberikan konfirmasi arkeologis pertama yang kuat atas catatan sejarah tentang kunjungan inspeksi ke wilayah timur oleh Qin Shi Huang, kaisar pertama China yang menyatukan negeri itu sekitar 2.200 tahun lalu.

Situs pesisir yang dikelilingi laut di tiga sisinya ini diyakini sebagai proyek konstruksi tingkat negara paling awal dan terbesar dari Kekaisaran Qin yang pernah ditemukan di wilayah timur. Para sarjana menyebut situs tersebut menggambarkan bagaimana Dinasti Qin dan kemudian Dinasti Han memperlihatkan otoritas politik mereka sekaligus memperluas kesadaran wilayah kekuasaan.

Keseluruhan sepuluh penemuan dalam daftar ini, menurut Administrasi Warisan Budaya Nasional China, membantu menjawab pertanyaan sejarah yang telah lama mengendap, mulai dari aktivitas manusia prasejarah dan urbanisasi Neolitik hingga tata kelola pemerintahan dan tradisi kerajinan di era kekaisaran. Pengumuman tahunan ini kembali menegaskan posisi China sebagai salah satu pusat penelitian arkeologi paling aktif di dunia.

Penulis: Indah Lestari
Editor: Surya Dharma