Teras News — Dari total 90.629 pelanggan listrik rumah tangga yang menjadi sasaran verifikasi data di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, baru 23,60 persen yang berhasil divalidasi hingga April 2026. Angka itu masih jauh dari target, sementara kegiatan pemeriksaan lapangan dijadwalkan berlangsung hingga Agustus mendatang.
Badan Pusat Statistik (BPS) dan PT PLN (Persero) menjalankan program verifikasi ini dalam kerangka pengumpulan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). BPS berperan menyiapkan infrastruktur pendataan, sistem monitoring, serta mendampingi pengawasan di lapangan. Petugas yang terjun langsung ke rumah-rumah warga adalah para meterman dari PLN.
14 Petugas Tanggung 37.532 Pelanggan di Tanjungpinang Kota
Di wilayah PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjungpinang Kota, sebanyak 14 petugas lapangan bergerak memverifikasi 37.532 pelanggan tarif rumah tangga, baik prabayar maupun pascabayar. Rata-rata, tiap petugas menanggung beban kerja 2.680 pelanggan.
Baca Juga:
Realisasi pemeriksaan lapangan di ULP Tanjungpinang Kota hingga April mencapai 71,86 persen dari target bulanan. Dari 12.327 pelanggan yang ditargetkan bulan ini, sebanyak 8.859 pelanggan sudah diverifikasi.
Manajer PLN UP3 Tanjungpinang Rully Agus Widanarto memaparkan kondisi di wilayah ULP Bintan Centre justru lebih berat. “Hingga periode ini, capaian terhadap target total di wilayah tersebut berada pada angka 9,01 persen,” ungkapnya.
ULP Bintan Centre: 8 Petugas Tanggung 53.097 Pelanggan
Di ULP Bintan Centre, jumlah pelanggan yang harus diverifikasi jauh lebih besar, yakni 53.097 rumah tangga. Hanya delapan orang petugas yang ditugaskan di sana, dengan rata-rata tanggung jawab 6.637 pelanggan per orang. Realisasi pemeriksaan lapangan hingga April tercatat baru 4.789 pelanggan, atau 27,08 persen dari target bulanan sebesar 17.682 pelanggan.
Perbandingan beban kerja antara dua ULP ini cukup mencolok. Petugas di Bintan Centre menanggung hampir 2,5 kali lebih banyak pelanggan dibanding rekan mereka di Tanjungpinang Kota.
Warga Diminta Buka Pintu untuk Petugas Meterman
Humas BPS Kepri, Resa Surya Utama, mengimbau warga agar menerima kedatangan petugas. “Kami mengimbau masyarakat untuk menerima kedatangan petugas meterman dari PLN agar kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar dan tepat waktu,” kata Resa di Tanjungpinang, Selasa.
Untuk memastikan warga tidak salah mengira petugas sebagai orang asing, setiap meterman dibekali surat tugas resmi dari BPS dan mitra pelaksana. Pemerintah daerah juga ikut mendukung lewat surat edaran Gubernur Kepri kepada seluruh bupati dan wali kota se-provinsi. BPS turut menyampaikan surat pemberitahuan ke tiap kelurahan sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat.
Program DTSEN sendiri merupakan inisiatif nasional untuk menyatukan berbagai basis data sosial dan ekonomi dalam satu sistem terpadu, termasuk data kelistrikan rumah tangga sebagai salah satu indikator kondisi ekonomi warga.
Dengan target penyelesaian pada Agustus 2026 dan progres keseluruhan yang baru menyentuh 23,60 persen, proses verifikasi masih menyisakan pekerjaan besar, terutama di wilayah Bintan Centre yang baru menuntaskan sebagian kecil dari totalnya.
Editor: Surya Dharma