Berita

6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Wajib Diketahui Setiap Jemaah Haji

3
×

6 Keistimewaan Masjidil Haram yang Wajib Diketahui Setiap Jemaah Haji

Sebarkan artikel ini

Teras NewsMasjidil Haram di Makkah, Arab Saudi, bukan sekadar tempat ibadah terbesar di dunia. Bagi jutaan umat Islam yang menunaikan haji dan umrah setiap tahun, masjid ini menyimpan sejumlah keistimewaan yang kerap luput dari perhatian jemaah.

Pusat Spiritual Umat Islam Sepanjang Sejarah

Masjidil Haram dikenal sebagai kiblat, yaitu arah yang menjadi patokan salat umat Islam di seluruh penjuru dunia. Di jantung masjid ini berdiri Kakbah, bangunan berbentuk kubus yang dilapisi kain hitam bertuliskan kaligrafi emas, disebut kiswah. Kakbah diyakini sebagai rumah Allah di muka bumi dan menjadi titik tujuan utama setiap jemaah yang datang.

Selain Kakbah, di dalam kompleks Masjidil Haram terdapat sejumlah situs bersejarah yang langsung berkaitan dengan kisah para nabi. Sumur Zamzam, misalnya, adalah sumber air yang menurut keyakinan Islam telah mengalir sejak zaman Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Air Zamzam tidak hanya bernilai spiritual tinggi, tetapi juga menjadi salah satu pengalaman paling berkesan yang selalu dibawa pulang para jemaah.

Tempat Ibadah dengan Pahala Berlipat Ganda

Salah satu keistimewaan utama Masjidil Haram yang paling banyak dirujuk dalam literatur Islam adalah pelipatan pahala ibadah. Salat satu rakaat di masjid ini diyakini setara dengan seratus ribu rakaat di masjid lain, menjadikannya tempat yang paling diburu umat Islam untuk memperbanyak ibadah.

Keistimewaan ini menjadikan Masjidil Haram berbeda dari dua masjid agung lainnya, yaitu Masjid Nabawi di Madinah dan Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Ketiganya memang memiliki keutamaan tersendiri, namun Masjidil Haram menempati posisi tertinggi dalam hierarki tempat suci Islam.

Situs Saksi Bisu Para Nabi

Kompleks Masjidil Haram menyimpan jejak sejarah yang panjang. Bukit Safa dan Marwa, dua titik yang menjadi lokasi ritual sa’i (berjalan bolak-balik sebanyak tujuh kali), terhubung langsung dengan kisah Siti Hajar yang berlari mencari air untuk putranya. Ritual ini kemudian menjadi salah satu rukun wajib dalam ibadah haji dan umrah.

Hajar Aswad, batu hitam yang tertanam di sudut Kakbah, juga menjadi daya tarik tersendiri. Batu ini dipercaya berasal dari surga dan telah ada sejak masa Nabi Ibrahim. Mencium atau menyentuh Hajar Aswad menjadi impian hampir setiap jemaah, meski kepadatan pengunjung kerap membuat hal itu sulit dilakukan.

Masjid yang Tidak Pernah Tutup

Tidak seperti masjid pada umumnya, Masjidil Haram beroperasi tanpa henti, dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu, sepanjang tahun. Tidak ada waktu tutup. Ibadah tawaf, yaitu mengelilingi Kakbah sebanyak tujuh putaran berlawanan arah jarum jam, terus berlangsung siang dan malam tanpa jeda.

Kapasitas masjid ini juga tidak tertandingi. Pada musim haji, jutaan jemaah dari seluruh dunia memadati area seluas ratusan hektare tersebut secara bersamaan, menjadikannya lokasi perkumpulan manusia terbesar di muka bumi dalam satu waktu.

Bagi jemaah Indonesia yang setiap tahun diberangkatkan dalam kuota ratusan ribu orang, memahami keistimewaan Masjidil Haram sebelum berangkat dinilai dapat membantu mereka memaksimalkan setiap momen ibadah di tanah suci.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma