Berita

627 Gempa Guncang Bengkulu Sepanjang 2025, PVMBG Petakan Risiko di 67 Kelurahan

10
×

627 Gempa Guncang Bengkulu Sepanjang 2025, PVMBG Petakan Risiko di 67 Kelurahan

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rabu pekan ini, tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM turun langsung ke Kota Bengkulu untuk memetakan potensi risiko gempa bumi. Kunjungan itu menjadi respons atas surat yang dikirimkan Wali Kota Bengkulu tahun lalu, menyusul gempa Mei 2025 yang merusak ratusan bangunan di wilayah tersebut.

Pemetaan mencakup 67 kelurahan di Kota Bengkulu. Tujuannya mengidentifikasi potensi bahaya geologi secara menyeluruh sekaligus menjadi fondasi kebijakan mitigasi bencana berbasis data lapangan.

“Kunjungan ini merupakan jawaban atas surat dari Wali Kota Bengkulu, sekaligus memperkuat hasil pemetaan yang sudah kami lakukan di 67 kelurahan untuk mengetahui potensi bahaya gempa di Kota Bengkulu,” kata Imam, salah satu anggota tim PVMBG, Rabu.

627 Gempa Tercatat Sepanjang 2025, 32 Dirasakan Warga

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kepahiang menggambarkan betapa intensnya aktivitas seismik di Provinsi Bengkulu. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, tercatat 627 kejadian gempa. Dari jumlah itu, 32 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebagian besar gempa berkedalaman dangkal dengan rentang magnitudo 2,0 hingga 4,0. Pusat-pusat gempa tersebar di Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Seluma, Kabupaten Bengkulu Selatan, dan Kabupaten Kaur.

“Selama tahun 2025, kami mencatat sebanyak 627 kejadian gempa di Provinsi Bengkulu, dengan total sebanyak 32 kejadian gempa yang dirasakan oleh masyarakat di Bengkulu,” kata Detalia Nurutami, Pengamat Meteorologi dan Geofisika (PMG) Muda Stasiun Geofisika Kepahiang.

Gempa M6,0 pada 23 Mei 2025 Rusak 192 Rumah di Kota Bengkulu

Gempa paling merusak terjadi pada 23 Mei 2025 pukul 02.52 WIB dengan magnitudo 6,0. Pemicunya adalah aktivitas deformasi di bawah kerak bumi. Guncangan terasa dengan skala IV hingga V Modified Mercalli Intensity (MMI), yaitu intensitas yang cukup untuk menggoyangkan benda-benda di dalam rumah hingga menyebabkan kerusakan struktur bangunan.

Dampaknya tersebar di beberapa titik. Di Kota Bengkulu, 192 rumah mengalami kerusakan. Di Kabupaten Bengkulu Tengah, lima rumah turut rusak. Fasilitas umum seperti sekolah, masjid, dan gedung kantor juga tidak luput dari kerusakan.

Pemda Harap Pemetaan Jadi Dasar Kebijakan Bencana

Asisten III Sekretariat Daerah Kota Bengkulu, Tony Elfian, menyambut kegiatan PVMBG dengan antusias. Menurutnya, pemetaan ini krusial mengingat Kota Bengkulu termasuk daerah dengan kerawanan gempa tinggi.

“Dengan adanya pemetaan ini, kami berharap ke depan pemerintah daerah bisa lebih siap dan mampu mengambil kebijakan yang tepat saat terjadi bencana,” ucap Tony.

Pemerintah kota berharap hasil kajian PVMBG nantinya menjadi acuan dalam menyusun rencana mitigasi yang lebih efektif, sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan warga menghadapi ancaman gempa susulan.

Hasil pemetaan 67 kelurahan itu belum dipublikasikan secara resmi. Publik dan pemerintah daerah menunggu rekomendasi teknis PVMBG sebagai pijakan kebijakan tata ruang dan penanggulangan bencana di salah satu kota paling rawan gempa di Indonesia.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Arif Budiman