Berita

Menaker Yassierli Dorong Talenta Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja Lewat Talent & Innovation Hub

12
×

Menaker Yassierli Dorong Talenta Muda Jadi Pencipta Lapangan Kerja Lewat Talent & Innovation Hub

Sebarkan artikel ini

Teras News — Senin (pagi) di Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyerukan agar generasi muda Indonesia tidak hanya mengejar status siap kerja, tetapi juga berani menjadi pencipta peluang usaha dan inovator yang mampu menjawab perubahan zaman.

Seruan itu disampaikan Yassierli bersamaan dengan momentum penguatan program Talent & Innovation Hub yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Program ini dirancang sebagai ruang terpadu yang menghubungkan pelatihan vokasi, jalur pendidikan, dan kebutuhan dunia industri.

“Talenta muda perlu dipersiapkan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha dan solusi inovatif,” kata Yassierli.

Ancaman Digitalisasi dan AI Jadi Alasan Utama

Yassierli menyebut digitalisasi dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) sebagai tantangan nyata yang mengancam pasar kerja konvensional. Karena itu, ia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi antara pemangku kepentingan, mulai dari lembaga pelatihan, perguruan tinggi, hingga pelaku industri, untuk membangun ekosistem sumber daya manusia (SDM) yang kokoh.

Melalui Talent & Innovation Hub, Kemnaker ingin mengubah orientasi pelatihan dari sekadar mengisi lowongan kerja menjadi melahirkan wirausahawan baru dan perusahaan rintisan berbasis inovasi. “Dari learning menjadi earning, dari potensi menjadi produktivitas,” ujar Yassierli merangkum visi program tersebut.

Kemnaker Teken Kerja Sama di BPVP Bandung Barat

Akhir pekan ini, Kemnaker menandatangani sejumlah perjanjian kerja sama dengan perguruan tinggi, perusahaan, asosiasi, dan yayasan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat, Jawa Barat. Kerja sama itu menyasar tiga fokus utama: pengembangan talenta, penempatan tenaga kerja, serta pemberdayaan tenaga kerja muda dan penyandang disabilitas.

Plt. Ditjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta & PKK) Kemnaker, Estiarty Haryani, menjelaskan program ini akan menghadirkan layanan yang saling terhubung, dari kesiapan kerja hingga akses jejaring dan pasar.

“Melalui Talent & Innovation Hub, kami ingin menghadirkan ruang pengembangan talenta yang terintegrasi, mulai dari kesiapan kerja, pengembangan kewirausahaan, hingga akses jejaring dan pasar,” kata Estiarty.

Kemnaker sebelumnya juga mengembangkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebagai inkubator bisnis dan klinik produktivitas, dalam kerangka strategi yang sama untuk mendorong lahirnya wirausaha baru dari kalangan peserta pelatihan vokasi.

Dengan serangkaian kerja sama yang baru ditandatangani, Kemnaker kini menunggu realisasi konkret dari mitra-mitranya, khususnya dalam hal penyerapan peserta pelatihan ke dunia kerja dan inkubasi usaha rintisan dari kalangan pemuda Indonesia.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma