Teras News — Dua belas personel polisi tewas, sementara sejumlah lainnya luka-luka, setelah bom mobil meledak di sebuah pos polisi di wilayah Bannu, barat laut Pakistan, Sabtu (9/5/2026). Serangan tidak berhenti di situ — ketika petugas lain datang memberikan bantuan, mereka langsung disergap oleh pelaku.
Otoritas setempat baru merilis keterangan resmi pada Minggu (10/5/2026). Ledakan disebut menyebabkan kerusakan parah pada fasilitas keamanan di Bannu. Ambulans dari badan penyelamat dan rumah sakit sipil bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Pemerintah daerah menetapkan status darurat di rumah sakit pemerintah Kota Bannu guna menangani lonjakan pasien akibat serangan itu.
Penyergapan Berlapis: Korban Bertambah Saat Bantuan Datang
Pola serangan berlapis ini bukan hal baru di wilayah perbatasan Pakistan. Bom pertama diledakkan untuk menarik respons aparat, lalu gelombang serangan berikutnya menyasar petugas yang datang sebagai bala bantuan. Taktik semacam ini kerap digunakan kelompok militan di kawasan tersebut untuk memaksimalkan jumlah korban dari pihak keamanan.
Baca Juga:
Bannu terletak di provinsi Khyber Pakhtunkhwa, wilayah yang berbatasan langsung dengan Afghanistan. Kawasan ini sudah lama menjadi zona rawan akibat aktivitas kelompok bersenjata yang beroperasi di sepanjang jalur perbatasan kedua negara.
Kekerasan terhadap Aparat Kembali Meningkat di Barat Laut Pakistan
Serangan Sabtu itu menambah panjang daftar kekerasan terhadap aparat keamanan Pakistan di wilayah barat laut. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini mengalami peningkatan aktivitas militan yang signifikan, menempatkan aparat kepolisian dan militer sebagai sasaran utama.
Reuters melaporkan total korban tewas dari pihak aparat mencapai 14 orang, termasuk personel yang gugur dalam penyergapan susulan. Angka ini menjadikan serangan di Bannu sebagai salah satu insiden paling mematikan bagi kepolisian Pakistan dalam periode terkini.
Hingga kini belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Penyelidikan masih berlangsung di tengah kondisi keamanan yang dijaga ketat di sekitar lokasi kejadian.
Editor: Surya Dharma