Berita

Anies Baswedan: AI Bukan Pengganti, Mahasiswa Harus Jadi Tuan atas Teknologi Ini

10
×

Anies Baswedan: AI Bukan Pengganti, Mahasiswa Harus Jadi Tuan atas Teknologi Ini

Sebarkan artikel ini

Teras News — Menguasai kecerdasan buatan (AI) kini bukan lagi pilihan bagi mahasiswa, melainkan keharusan. Anies Baswedan menegaskan hal itu kepada para calon mahasiswa, dengan pesan tegas: AI adalah asisten, bukan pengganti kemampuan berpikir manusia.

Anies mendorong generasi muda, khususnya yang akan memasuki dunia perkuliahan, untuk aktif mempelajari dan memanfaatkan teknologi AI sebagai bekal menghadapi tantangan masa depan. Bagi Anies, perbedaan antara mereka yang menguasai AI dan yang sekadar bergantung padanya akan menentukan siapa yang relevan di dunia kerja mendatang.

AI Sebagai Alat, Bukan Tumpuan

Pesan Anies kepada calon mahasiswa cukup lugas. “Itu asisten, jangan jadi substitute,” katanya, merujuk pada posisi AI dalam proses belajar dan bekerja.

Pernyataan ini relevan di tengah meluasnya penggunaan berbagai platform berbasis AI, seperti chatbot dan generator teks, yang kini dengan mudah diakses siapa saja termasuk pelajar dan mahasiswa. Kekhawatiran yang kerap muncul di kalangan akademisi adalah kecenderungan pengguna muda untuk menyerahkan proses berpikir sepenuhnya kepada mesin, alih-alih menggunakannya sebagai alat bantu.

Anies tampaknya ingin membalik pola pikir itu. Mahasiswa didorong untuk tetap menjadi subjek yang berpikir kritis, sementara AI difungsikan sebagai perpanjangan kemampuan, bukan sebagai pengganti otak.

Dorongan untuk Generasi yang Siap Bersaing

Pesan ini menyasar langsung calon mahasiswa yang kini tumbuh di era di mana AI sudah menyusup ke hampir semua sektor, dari pendidikan, industri kreatif, hingga kesehatan dan hukum. Generasi yang memasuki perguruan tinggi hari ini akan lulus dan bersaing di pasar kerja yang lanskap teknologinya berubah jauh lebih cepat dari kurikulum mana pun.

Menguasai AI bukan berarti sekadar bisa mengoperasikan aplikasinya. Pemahaman tentang cara kerja, keterbatasan, dan cara memverifikasi output AI menjadi keterampilan yang tidak kalah penting.

Dorongan semacam ini sejalan dengan tren global di mana universitas-universitas ternama mulai mengintegrasikan literasi AI ke dalam kurikulum lintas jurusan, bukan hanya di program ilmu komputer atau teknik informatika.

Penulis: Dian Permata
Editor: Arif Budiman