Berita

1.934 Manuskrip di Museum Aceh Dikaji Mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk Perkuat Ilmu Filologi

16
×

1.934 Manuskrip di Museum Aceh Dikaji Mahasiswa UIN Ar-Raniry untuk Perkuat Ilmu Filologi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Sebanyak 1.934 bundel manuskrip kuno yang tersimpan di Museum Aceh kini menjadi objek kajian langsung mahasiswa Program Studi Sejarah dan Kebudayaan Islam (SKI) Fakultas Adab dan Humaniora UIN Ar-Raniry Banda Aceh dalam rangka praktikum lapangan bidang filologi (ilmu yang mempelajari naskah atau teks kuno).

“Museum Aceh merupakan lumbung manuskrip yang menyimpan banyak naskah kuno dan berbagai sumber primer penting yang dapat menjadi bahan kajian bagi mahasiswa maupun peneliti,” kata dosen UIN Ar-Raniry, Hermansyah, di Banda Aceh, Selasa.

1.934 Bundel, Belum Semua Terdokumentasi Rinci

Kepala Seksi Koleksi dan Bimbingan Edukasi Museum Aceh, Nurhasanah, memastikan seluruh koleksi tersebut terbuka untuk keperluan akademik. “Seluruh manuskrip yang tersimpan di Museum Aceh dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kajian akademik, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Namun ada tantangan nyata di balik angka 1.934 itu. Hermansyah mengungkapkan belum seluruh manuskrip terdokumentasi secara rinci berdasarkan isi dan tema kajiannya. Kondisi ini menyulitkan peneliti yang ingin menelusuri naskah-naskah bertopik spesifik, seperti pengobatan tradisional, kuliner, hukum adat, maupun pemikiran keislaman.

Mahasiswa Dilatih Inventarisasi hingga Kajian Deskriptif

Praktikum ini bukan sekadar kunjungan. Mahasiswa dilatih melakukan inventarisasi awal, identifikasi fisik naskah, hingga kajian deskriptif sebagai fondasi penelitian filologi.

“Pendekatan lapangan seperti ini penting agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis dalam merawat, mendokumentasikan, dan mengkaji manuskrip secara langsung,” kata Hermansyah.

Manuskrip-manuskrip di Museum Aceh mencakup beragam topik warisan intelektual Aceh dari berbagai era. Nilai historis dan akademiknya dinilai tinggi, menjadikan museum ini salah satu pusat penyimpanan manuskrip terbesar di provinsi tersebut.

Target: Lahirkan Filolog Muda Aceh

UIN Ar-Raniry menargetkan praktikum ini menghasilkan generasi filolog muda yang kompeten. Mereka diharapkan mampu merawat, mendokumentasikan, dan mengkaji warisan intelektual Aceh sebagai bagian dari pelestarian sejarah dan budaya lokal di tengah perkembangan zaman.

Tugas mendokumentasikan ribuan manuskrip yang belum terklasifikasi penuh masih panjang. Keterlibatan mahasiswa dalam proses inventarisasi ini setidaknya mulai mengisi kekosongan dokumentasi yang selama ini menjadi kendala para peneliti naskah kuno Aceh.

Penulis: Bayu Saputra
Editor: Surya Dharma