Teras News — Selasa (5/5/2026), Pendapa Kabupaten Pati dipenuhi kepala sekolah dan tenaga pendidik yang menghadiri Sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Di hadapan mereka, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra langsung menyampaikan satu pesan tegas: penerimaan murid baru harus bersih, tanpa titipan, tanpa pungli.
Risma Ardhi Chandra: Informasi SPMB Wajib Tersebar Luas Sejak Awal
Risma menegaskan bahwa seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Pati wajib menjalankan SPMB sesuai regulasi yang berlaku. Prinsip yang harus dipegang meliputi integritas, objektivitas, transparansi, akuntabilitas, keadilan, dan bebas diskriminasi.
Ia mendorong pemanfaatan teknologi informasi agar proses penerimaan berjalan terbuka dan akurat. “Saya harapkan penerimaan ini bisa transparan, akuntabel, dan bisa diterima masyarakat, sehingga informasi-informasi sejak dini juga dapat disampaikan melalui media sosial, maupun media dari sekolah masing-masing,” kata Risma dalam forum itu.
Baca Juga:
Sosialisasi masif kepada masyarakat, menurutnya, sama pentingnya. Seluruh informasi terkait mekanisme pendaftaran harus bisa dipahami oleh orang tua dan calon peserta didik sebelum proses resmi dimulai.
Lima Praktik Ini Harus Dicegah dalam SPMB Pati
Risma secara eksplisit menyebut sejumlah praktik yang kerap mencoreng proses penerimaan siswa baru. Titipan, pungutan liar, gratifikasi, manipulasi data, hingga pelanggaran dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) masuk dalam daftar yang ia minta untuk dicegah dan dipastikan tidak terjadi.
Mekanisme pengaduan juga harus disiapkan. “Mekanisme pengaduan yang mudah diakses, responsif, dan solutif juga harus disiapkan agar setiap aduan dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tutur Risma.
Pesan untuk Para Pendidik: Cetak Generasi Berkarakter
Di penghujung pertemuan, Risma menitipkan pesan khusus kepada seluruh tenaga pendidik yang hadir. Bukan soal administrasi, tapi soal misi yang lebih mendasar.
“Saya titipkan anak-anak didik kita kepada panjenengan semua, untuk menjadi pribadi yang berkarakter baik dan nantinya sebagai modal utama pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya.
SPMB merupakan sistem penerimaan murid baru yang diberlakukan sebagai pengganti skema sebelumnya, dirancang untuk memperkuat transparansi dalam seleksi masuk sekolah negeri. Di Kabupaten Pati, sosialisasi ini menjadi penanda dimulainya persiapan formal menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Publik dan orang tua murid kini menunggu jadwal resmi pendaftaran yang akan diumumkan oleh masing-masing satuan pendidikan.
Editor: Arif Budiman