Teras News — Rapat kabinet tidak selalu berlangsung di gedung pemerintahan. Pada Sabtu (2/5), Presiden Prabowo Subianto memilih kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sebagai tempat mengumpulkan sejumlah anggota Kabinet Merah Putih untuk membahas sejumlah isu strategis nasional.
Pertemuan itu berlangsung dari sore hingga malam hari. Agenda yang dibahas mencakup dua isu yang cukup berbeda satu sama lain: aspirasi para pekerja dan peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.
Rapat Terbatas di Luar Istana
Sekretariat Kabinet RI menyebutkan bahwa rapat terbatas tersebut membahas perkembangan berbagai isu strategis nasional. “Sore hingga malam hari, pada Sabtu, 2 Mei 2026, Bapak Presiden Prabowo Subianto melangsungkan Rapat Terbatas bersama sejumlah anggota Kabinet Merah Putih,” demikian keterangan resmi yang dipublikasikan Setkab.
Baca Juga:
Hambalang bukan pertama kali menjadi lokasi pertemuan kerja Prabowo bersama kabinetnya. Kediaman pribadinya di kawasan perbukitan Kabupaten Bogor itu kerap digunakan untuk diskusi di luar jadwal formal di Istana.
Aspirasi Pekerja di Momen Hari Buruh
Rapat ini digelar tepat dua hari setelah peringatan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei. Ribuan buruh dari berbagai daerah turun ke jalan membawa sejumlah tuntutan, mulai dari upah layak hingga penghapusan sistem outsourcing. Pemilihan waktu rapat yang membahas aspirasi pekerja di momen itu mencerminkan bahwa tuntutan para buruh masih menjadi agenda yang perlu direspons pemerintah.
Detail konkret dari aspirasi pekerja yang dibahas dalam rapat tersebut belum dirinci dalam keterangan resmi Setkab.
Kampus Didorong Berkontribusi ke Daerah
Isu kedua yang masuk agenda rapat adalah peran perguruan tinggi dalam membantu pembangunan daerah. Topik ini sejalan dengan wacana yang belakangan berkembang di lingkup kebijakan pendidikan tinggi nasional, yakni mendorong kampus tidak hanya fokus pada riset dan pengajaran, tetapi juga terlibat langsung dalam pemecahan masalah di tingkat daerah.
Sejauh ini, pemerintah belum merinci kebijakan spesifik apa yang akan lahir dari pembahasan tersebut.
Publik kini menunggu tindak lanjut dari dua agenda besar rapat Hambalang itu, khususnya respons konkret pemerintah terhadap tuntutan buruh yang belum sepenuhnya terjawab sejak peringatan Hari Buruh kemarin.
Editor: Ratna Dewi