Berita

JK Bantah Tuduhan Danai Kasus Ijazah Jokowi, Ungkap Peran di Balik Karier Politik Eks Presiden

9
×

JK Bantah Tuduhan Danai Kasus Ijazah Jokowi, Ungkap Peran di Balik Karier Politik Eks Presiden

Sebarkan artikel ini

Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya menjadi pemberi dana dalam kasus dugaan pemalsuan ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). JK bahkan memperlihatkan bukti pesan WhatsApp untuk menepis klaim tersebut.

Bantahan itu disampaikan JK dalam jumpa pers di kediamannya, Jakarta Selatan, pada Sabtu (18/4/2026). JK merespons tuduhan yang datang dari Rismon Sianipar, yang menyebut dirinya sebagai pihak yang menyokong dana senilai Rp5 miliar dalam kasus ijazah tersebut.

“Ini soal Rismon ini sudah melibatkan semua orang, dituduhlah saya, dituduh Puan, dituduh SBY, dituduh siapa. Itu pengalihan saja. Jadi saya marah kenapa? Apalagi saya dituduh kasih Rp 5 M, mana saya kasih Rp 5 M? Ketemu aja tidak tahu saya, kenal pun tidak. Ini buktinya WA-nya. Tidak saya bilang,” ujar JK.

JK menyatakan bahwa Rismon dan Roy Suryo beberapa kali pernah menghubunginya, namun selalu dia tolak karena ingin berada di posisi netral.

JK Ceritakan Peran dalam Karier Politik Jokowi

Dalam kesempatan yang sama, JK menceritakan keterlibatannya dalam perjalanan karier politik Jokowi. Menurut JK, dialah yang pertama kali menyodorkan nama Jokowi kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri untuk pencalonan kepala daerah DKI Jakarta.

JK juga mengungkapkan bahwa Megawati bersedia menandatangani pencalonan Jokowi sebagai presiden dengan syarat JK bersedia menjadi wakil presiden. Megawati, menurut JK, menilai dirinya memiliki lebih banyak pengalaman dan mampu membimbing Jokowi.

“‘Kenapa Bu saya mesti wakil?’, ‘karena Pak JK yang paling berpengalaman, bimbinglah dia’. Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang ‘jangan, Pak Jusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Jusuf’. Ya bukan saya minta, bukan. Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya, ngerti?” kata JK.

Muncul Setelah JK Laporkan Rismon ke Polisi

Pernyataan JK itu muncul dalam konteks pertanyaan wartawan mengenai adanya laporan polisi terhadap video ceramah JK soal ‘mati syahid’ di Universitas Gadjah Mada (UGM). JK ditanya apakah dia merasa kasus tersebut dipolitisasi.

JK menjawab bahwa dirinya tidak mau berspekulasi. Namun, dia menyebut masalah itu muncul setelah dirinya lebih dulu melaporkan Rismon ke polisi terkait tudingan bahwa JK mendanai kasus ijazah Jokowi.

JK adalah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia. Kasus dugaan ijazah palsu Jokowi sendiri telah bergulir dan menyeret sejumlah nama publik dalam pusaran tuduhan terkait siapa yang mendanai upaya hukum di balik kasus tersebut.

Dilansir dari laporan CNBC Indonesia dan Detik.com.