Teras News — Hujan deras selalu meninggalkan masalah yang sama bagi warga RW 23, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading — genangan air setinggi 20 hingga 30 sentimeter yang mengepung rumah mereka. Untuk memutus siklus itu, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara membangun dua kolam olakan di Jalan Gading Nirwana yang ditargetkan rampung pada Mei 2026.
Dua Kolam Sekaligus, Satu di Depan Satu di Belakang Permukiman
Setiap kolam dibangun dengan dimensi panjang 3,4 meter, lebar 2 meter, dan tinggi 3 meter. Keduanya ditempatkan di bagian depan dan belakang kawasan permukiman agar air yang masuk dari berbagai arah bisa langsung tersedot ke tampungan sebelum meluap ke jalan. Total kapasitas tampung dua kolam itu diperkirakan mencapai 150 meter kubik air.
Kepala Satuan Pelaksana SDA Kecamatan Kelapa Gading, Supiyan, mengatakan proyek ini lahir dari aspirasi warga yang sudah lama mengeluhkan genangan rutin. “Ini upaya dalam mengantisipasi banjir yang kerap terjadi saat hujan deras,” katanya, Selasa (22/4).
Baca Juga:
Pengerjaan melibatkan sembilan personel Pasukan Biru — sebutan untuk petugas lapangan SDA DKI Jakarta. Satu unit pompa portabel juga disiagakan selama konstruksi berlangsung untuk membuang air ke saluran kali terdekat. Penggalian dimulai dengan alat berat, lalu dilanjutkan secara manual agar hasil galian lebih presisi.
Posisi Cekungan Jadi Akar Masalah
Warga Urip (42) menjelaskan mengapa RW 23 — yang mencakup delapan RT — selalu jadi langganan genangan. Wilayah ini berada di posisi cekungan, lebih rendah dari jalan-jalan di sekitarnya. Ironisnya, peninggian jalan yang dilakukan bertahun-tahun justru memperparah keadaan: air kian mudah mengalir masuk ke permukiman karena badan jalan kini lebih tinggi dari lantai rumah warga.
“Semoga setelah ada kolam olakan ini, genangan bisa berkurang signifikan dan warga tidak lagi khawatir saat hujan turun,” ucap Urip.
Kolam olakan sendiri merupakan struktur bak penampung air yang berfungsi memperlambat laju aliran sekaligus mengurangi volume air yang meluap ke permukaan — berbeda dari gorong-gorong biasa yang hanya mengalirkan air tanpa menampungnya terlebih dahulu.
Dilansir dari laporan Antara.
Berita Terkait
Editor: Ratna Dewi