Teras News — Sebanyak 32 kelenteng dari berbagai daerah di Indonesia turut serta dalam kirab sakral Jutbio perayaan Hari She-Jiet Kongco Hian Thian Siang Tee di kawasan Kelenteng Hian Thian Siang Tee Welahan, Jepara, Jumat (18/4/2026).
“Ini kekayaan budaya Jepara. Jutbio hari itu bukan hanya tentang tradisi yang dilestarikan, tetapi juga tentang masa depan, di mana budaya, spiritualitas, dan pariwisata berjalan beriringan, menghidupkan Jepara dengan cara yang lebih bermakna,” ujar Bupati Jepara Witiarso Utomo di sela-sela kegiatan.
Peserta Datang dari Padang hingga Jakarta
Tabuhan genderang, aroma dupa, dan suara petasan memenuhi jalanan di sekitar kelenteng sejak pagi. Iring-iringan rupang, barongsai, dan liong memadati jalan satu per satu. Warga berjubel di pinggir jalan menyaksikan parade yang datang dari jauh — Padang (Sumatera Barat), Gresik (Jawa Timur), Jakarta, hingga Cepu Blora (Jawa Tengah).
Baca Juga:
Witiarso menyebut kehadiran puluhan kelenteng dari luar daerah itu mempertegas bahwa kirab budaya HUT Kongco Hian Thian Siang Tee Welahan punya daya tarik yang melampaui batas wilayah Jepara. “Ini potensi yang luar biasa karena memiliki sejarah yang panjang kelenteng di Kabupaten Jepara,” katanya.
Rencana Jadikan Destinasi Wisata Tahun Depan
Bupati Witiarso mengungkapkan niat menjadikan Jutbio sebagai destinasi wisata yang lebih terencana. “Tahun depan kita akan konsepkan dengan baik supaya menjadi destinasi wisata yang lebih baik lagi di Kabupaten Jepara. Konsepnya nanti akan kita diskusikan dengan pihak kelenteng,” jelasnya.
Panitia Dorong Penataan Kawasan Pecinan Welahan
Dari sisi panitia, ada harapan yang lebih konkret soal kawasan di sekitar kelenteng. Dicky Sugandi, panitia kirab Kongco Hian Thian Siang Tee, mengatakan Kelenteng Welahan memiliki daya tarik tersendiri karena termasuk kelenteng tertua di Indonesia.
Penataan kawasan, menurutnya, jadi kunci. “Ini penataan jalan sudah, Pecinan Welahan ini bisa dimaksimalkan seperti Pecinan lainnya,” tandas Dicky. Dia berharap penataan kawasan Pecinan yang lebih optimal bisa menggerakkan UMKM dan perekonomian masyarakat hingga ke tingkat daerah.
Dilansir dari laporan Kontributor Kab Jepara, Diskomdigi Jateng.
Berita Terkait
Editor: Surya Dharma