Internasional

AS Bawa Pakar Nuklir ke Jakarta, Dorong Indonesia Adopsi SMR untuk Ketahanan Energi

9
×

AS Bawa Pakar Nuklir ke Jakarta, Dorong Indonesia Adopsi SMR untuk Ketahanan Energi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Jakarta — Puluhan tahun pengalaman riset nuklir Indonesia kini menjadi modal yang disorot Amerika Serikat dalam misi diplomatik energinya di kawasan Asia Tenggara. Kedutaan Besar AS di Jakarta dan Misi AS untuk ASEAN mendatangkan pakar komunikasi nuklir Dr. Kelle Barfield ke Indonesia sebagai bagian dari kunjungan regional di negara-negara ASEAN, yang diumumkan pada 26 Juni 2026.

Kunjungan Barfield masuk dalam inisiatif bertajuk Freedom 250: American Leadership in Energy Security, sebuah program AS yang mendorong dialog soal energi nuklir sipil di kawasan. Di Jakarta, ia memfokuskan diskusi pada teknologi small modular reactor (SMR), yakni reaktor nuklir berukuran lebih kecil dan modular yang dirancang lebih fleksibel dibanding reaktor konvensional skala besar.

Barfield menegaskan Indonesia bukan negara yang baru mengenal teknologi nuklir. “Indonesia tidak memulai dari nol. Negara ini memiliki pengalaman puluhan tahun dengan reaktor riset, serta sumber daya manusia dan keahlian untuk terus mengembangkannya,” ujarnya.

Namun bagi Barfield, keberhasilan transisi ke energi nuklir sipil tidak semata soal kecanggihan teknologi atau kalkulasi biaya. Ia menyebut kepercayaan publik sebagai faktor penentu yang sama pentingnya. “Dalam hal nuklir, bukan hanya soal apakah teknologinya berhasil atau berapa biayanya, tetapi apakah masyarakat mendukungnya,” katanya.

Di sinilah AS memposisikan diri sebagai mitra. Barfield menyebut rekam jejak transparansi publik AS dalam pengelolaan energi nuklir sebagai nilai lebih yang ditawarkan kepada negara-negara mitra. “Disinilah kerja sama dengan Amerika Serikat memberikan perbedaan nyata: rekam jejak yang panjang dan berhasil dalam bersikap transparan kepada publik serta melibatkan komunitas lokal mengenai manfaat energi nuklir,” tegasnya.

Dalam kunjungan ini, Barfield juga bertemu dengan pejabat dari Sekretariat ASEAN, ASEAN Centre for Energy (ACE), jaringan sub-sektor Energi Nuklir ASEAN, serta Economic Research Institute for ASEAN and East Asia, guna menjajaki prospek SMR sebagai solusi ketahanan energi kawasan.

Juru Bicara Kedutaan Besar AS Jamie Ravetz menyatakan bahwa negerinya siap menjadi pendukung aktif dalam transisi ini. “SMR merupakan peluang nyata untuk memperkuat ketahanan energi di seluruh kawasan — dan Amerika Serikat siap mendukung masa depan tersebut,” kata Ravetz.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi