Teras News — Geliat ekonomi masyarakat Gorontalo melonjak selama penyelenggaraan Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani Nelayan. Dari pengusaha hotel hingga pengemudi bentor, manfaat finansial acara nasional ini terasa hingga lapisan paling bawah.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyebut dampak ekonomi PENAS XVII merata ke semua kalangan. “Kalau ekonomi masyarakat bergairah, pendapatan masyarakat juga bisa meningkat. Dan itu merata. Sampai tukang bentor, orang jualan kecil-kecilan juga dapat manfaat,” kata Gusnar, Senin.
Hotel Penuh, Rumah Makan Ramai, Jalanan Macet
Sejumlah hotel dan penginapan di Gorontalo terisi penuh sepanjang kegiatan berlangsung. Rumah makan dan usaha jasa turut kebanjiran pelanggan dari peserta PENAS yang datang dari berbagai daerah. Mobilitas tinggi para peserta bahkan memicu kepadatan lalu lintas di beberapa ruas jalan menuju lokasi kegiatan di Kabupaten Gorontalo sebagai titik utama pelaksanaan.
Baca Juga:
PENAS sendiri merupakan forum pertemuan besar petani dan nelayan yang diselenggarakan secara nasional setiap beberapa tahun sekali. Kehadiran ribuan peserta dari seluruh Indonesia dalam satu kota secara otomatis mendorong permintaan akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal dalam waktu singkat.
500 Wisatawan Kunjungi Destinasi Hiu Paus Botubarani
PENAS XVII juga mendongkrak kunjungan wisata. Gusnar mencatat sekitar 500 orang telah mengunjungi destinasi wisata hiu paus di kawasan Botubarani Whale Shark Tourism selama rangkaian kegiatan berlangsung. Angka itu memberi dampak ekonomi langsung bagi warga setempat yang mengelola layanan di lokasi wisata tersebut.
“Dengan PENAS ini kita harus bergaul secara nasional agar masyarakat di berbagai penjuru Indonesia mengenal Gorontalo dan sering datang ke sini, apalagi kita memiliki objek-objek wisata yang menarik,” ujar Gusnar.
Gorontalo Makin Dikenal Secara Nasional
Di luar dampak ekonomi jangka pendek, Gusnar menyoroti nilai promosi dari kegiatan berskala nasional ini. Liputan berbagai media terhadap PENAS XVII membuat nama Gorontalo tersebar ke seluruh Indonesia. Ia berharap eksposur itu berujung pada peningkatan kunjungan wisata ke Gorontalo di masa mendatang.
“Secara kasat mata terjadi geliat ekonomi yang sangat signifikan karena banyak kegiatan yang ditampilkan pada PENAS ini. Apalagi PENAS bersifat nasional sehingga diliput berbagai media dan informasinya sampai kepada masyarakat luas,” katanya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan PENAS XVII, Gorontalo kini menunggu apakah lonjakan kunjungan dan perhatian nasional ini bisa bertahan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata daerah yang lebih berkelanjutan.
Editor: Arif Budiman