Berita

Stok Beras Nasional Dipastikan Aman hingga Juni 2026, Prabowo Panggil Mentan Bahas Ancaman El Nino Godzilla

10
×

Stok Beras Nasional Dipastikan Aman hingga Juni 2026, Prabowo Panggil Mentan Bahas Ancaman El Nino Godzilla

Sebarkan artikel ini

Teras News — El Nino Godzilla — fenomena iklim ekstrem yang jauh lebih ganas dari El Nino biasa — kini membayangi ketahanan pangan Indonesia. Merespons ancaman itu, Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (18/6).

Dari pertemuan itu, satu pesan utama yang dibawa Amran keluar dari istana: cadangan beras nasional tercatat aman hingga Juni 2026, dan infrastruktur pertanian diklaim siap menghadapi tekanan cuaca ekstrem yang menyertai fenomena iklim tersebut.

Pertemuan Darurat di Istana Merdeka

Presiden Prabowo secara langsung memanggil Mentan Amran untuk memastikan dua hal: ketersediaan stok pangan dan kesiapan infrastruktur pertanian nasional. Amran menjelaskan kondisi cadangan beras usai pertemuan, meski detail angka stok serta kapasitas infrastruktur spesifik masih menunggu rilis resmi dari Kementerian Pertanian.

El Nino Godzilla bukan istilah baru di kalangan meteorologis. Fenomena ini merujuk pada siklus El Nino dengan intensitas sangat tinggi yang berpotensi memicu kekeringan panjang, gagal panen, dan gangguan distribusi pangan secara masif di kawasan tropis termasuk Indonesia. Bedanya dengan El Nino reguler ada pada durasi dan kekuatan anomali suhu permukaan laut Pasifik yang jauh melampaui ambang normal.

Infrastruktur Pertanian Jadi Kunci

Kesiapan infrastruktur pertanian menjadi perhatian khusus dalam pertemuan ini. Dalam kondisi El Nino, irigasi, embung, dan sistem distribusi air menjadi penentu apakah petani bisa tetap berproduksi atau terpaksa membiarkan lahannya kering.

Pemerintah tampaknya ingin memastikan tidak ada celah pada sisi hulu sebelum dampak kekeringan benar-benar terasa di lapangan. Pertemuan langsung antara presiden dan menteri teknis di Istana menunjukkan betapa seriusnya pemerintah menempatkan ketahanan pangan sebagai prioritas di tengah ancaman iklim ini.

Publik dan para pelaku usaha di sektor pertanian kini menunggu rincian lebih jauh dari Kementerian Pertanian soal langkah konkret apa yang akan diambil, termasuk apakah ada tambahan anggaran atau percepatan program infrastruktur irigasi yang sudah berjalan.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma