Berita

KUR BRI Capai Rp84,36 Triliun di Januari-Mei 2026, Sektor Pertanian Serap Terbesar

16
×

KUR BRI Capai Rp84,36 Triliun di Januari-Mei 2026, Sektor Pertanian Serap Terbesar

Sebarkan artikel ini

Teras News — Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disalurkan BRI sepanjang Januari hingga Mei 2026 telah menembus Rp84,36 triliun. Angka itu setara 46,87 persen dari total kuota KUR BRI tahun ini sebesar Rp180 triliun.

Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menyebut mayoritas dana tersebut mengalir ke sektor-sektor produktif. “Mayoritas penyaluran tersebut diarahkan ke sektor-sektor produktif yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, dengan porsi mencapai 67,18 persen dari total KUR yang telah disalurkan,” ujarnya.

Petani Jadi Penerima Terbesar, Serap Rp35,91 Triliun

Dari seluruh dana KUR yang tersalurkan, sektor pertanian menyerap porsi terbesar dengan nilai Rp35,91 triliun. Artinya, hampir separuh dari total realisasi lima bulan ini langsung masuk ke tangan petani dan pelaku usaha agribisnis di berbagai daerah.

Bagi petani kecil, akses KUR berarti kemampuan membeli bibit unggul, pupuk, atau alat pertanian tanpa harus bergantung pada rentenir dengan bunga mencekik. Program ini menyasar pelaku usaha yang selama ini kesulitan mengakses perbankan formal karena minimnya agunan atau riwayat kredit.

Sejak 2015, BRI Salurkan Rp1.520 Triliun ke 48,1 Juta Penerima

Secara kumulatif, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.520 triliun sejak 2015 hingga Mei 2026 kepada lebih dari 48,1 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Angka penerima itu hampir setara dengan total penduduk Spanyol.

Akhmad menjelaskan arah penyaluran ini selaras dengan program Asta Cita pemerintah, terutama dalam memperkuat ketahanan pangan dan pemerataan ekonomi. “KUR bukan sekadar instrumen pembiayaan, tetapi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional dari tingkat akar rumput,” katanya.

Ia menambahkan, pembiayaan yang tepat sasaran ke sektor produktif diharapkan mendorong UMKM tumbuh, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat basis ekonomi daerah. “Melalui akses pembiayaan yang semakin inklusif dan tepat sasaran, UMKM dan pelaku usaha dapat tumbuh lebih kuat, menciptakan lapangan kerja, serta memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi perekonomian nasional,” tambah Akhmad.

KUR sendiri adalah fasilitas kredit bersubsidi pemerintah yang disalurkan melalui perbankan, dengan bunga lebih rendah dari kredit komersial biasa, ditujukan untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang belum bankable. BRI menjadi bank penyalur KUR terbesar di Indonesia.

Dengan sisa kuota sekitar Rp95,64 triliun dan tujuh bulan tersisa di 2026, BRI masih punya ruang besar untuk memperluas jangkauan pembiayaan ke lebih banyak pelaku UMKM, termasuk di daerah-daerah yang selama ini minim akses layanan keuangan formal.

Penulis: Siti Rahma
Editor: Arif Budiman