Berita

Groundbreaking DME Tanjung Enim: 7 Juta Ton Batu Bara per Tahun untuk Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton

15
×

Groundbreaking DME Tanjung Enim: 7 Juta Ton Batu Bara per Tahun untuk Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton

Sebarkan artikel ini

Teras News — Rabu (29/4/2026), Presiden Prabowo Subianto meresmikan dimulainya pembangunan proyek hilirisasi batu bara menjadi dimethyl ether (DME) di Tanjung Enim, Sumatra Selatan. Peresmian itu menjadi bagian dari groundbreaking 13 proyek hilirisasi fase ke-2 yang total nilai investasinya diperkirakan mencapai Rp 116 triliun.

Proyek DME di Tanjung Enim digarap bersama tiga BUMN, yakni Holding BUMN Pertambangan MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Pertamina (Persero). Acara groundbreaking 13 proyek itu digelar serentak di beberapa lokasi, termasuk Cilacap, Jawa Tengah.

7 Juta Ton Batu Bara Diproses Jadi 1,4 Juta Ton DME per Tahun

Angka-angkanya cukup besar. Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto, menjelaskan bahwa proyek ini akan memproses 7 juta ton batu bara setiap tahun untuk menghasilkan 1,4 juta ton DME. Kapasitas produksi itu setara dengan 1 juta ton LPG per tahun.

Indonesia selama ini mengimpor sekitar 1 juta ton LPG per tahun. Artinya, jika proyek ini berjalan penuh, kebutuhan impor LPG berpotensi terpangkas seluruhnya.

“Untuk 1,4 juta ton DME kita menggunakan 7 juta ton batu bara per tahun. Batu baranya seluruhnya berasal dari Tanjung Enim, Sumatra Selatan,” kata Turino dalam acara groundbreaking tersebut.

Manfaatkan Batu Bara Low Rank yang Selama Ini Belum Terpakai

Batu bara yang diolah dalam proyek ini bukan jenis batu bara kalori tinggi yang biasa diekspor. PTBA menggunakan batu bara low rank, yakni batu bara berkalori rendah yang selama ini belum banyak dimanfaatkan meski cadangannya melimpah di Indonesia.

“Kami mengolah batu bara low rank, jadi batu bara yang memang belum terutilisasi selama ini dan jumlahnya di Indonesia banyak. Jadi sekali proyek ini berjalan, insya Allah nanti kalau terus berkembang kita bisa mengutilisasi batu bara low rank di Indonesia,” ujar Turino.

Teknologi yang dipakai disebut clean coal technology. Menurut Turino, metode ini mampu menekan emisi sebesar 30–40 persen dibandingkan jika batu bara dibakar langsung tanpa pengolahan.

DME Diserap Pertamina Patra Niaga sebagai Substitusi LPG Impor

Produk DME yang dihasilkan rencananya diserap oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk menggantikan LPG impor dalam jaringan distribusi energi nasional. DME (dimethyl ether) adalah senyawa yang sifat fisiknya mirip LPG sehingga dapat digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga maupun industri dengan penyesuaian peralatan tertentu.

“DME ini ditujukan dan diserap nanti oleh Patra Niaga, Pertamina… menyerap produk kami dan insya Allah mensubstitusi LPG yang selama ini masih impor. Jadi ini adalah proyek untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” papar Turino.

Proyek DME Tanjung Enim sudah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Bersama 12 proyek hilirisasi fase ke-2 lainnya, total investasi yang digelontorkan dalam satu hari groundbreaking itu menembus angka Rp 116 triliun, mencakup berbagai sektor industri berbasis sumber daya alam.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Arif Budiman