Berita

Jateng Bidik 1.000 Desa Wisata dan 1.000 Konten Kreator di RKPD 2027

13
×

Jateng Bidik 1.000 Desa Wisata dan 1.000 Konten Kreator di RKPD 2027

Sebarkan artikel ini

Teras News — Dua target angka bulat jadi soal utama dalam rencana pembangunan Jawa Tengah tahun depan: 1.000 desa wisata dan 1.000 konten kreator lokal yang disiapkan untuk mempromosikannya. Pemprov Jateng menempatkan pariwisata berbasis desa dan ekonomi kreatif sebagai motor utama pertumbuhan daerah pada 2027.

Rencana itu tertuang dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang dibahas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Jateng di Grhadhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (28/4/2026). Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen hadir mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam pembukaan forum tersebut.

1.000 Desa Wisata Terintegrasi, Didukung Kreator Digital

Taj Yasin menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan promosi digital yang kuat. Karena itu, pelatihan konten kreator lokal masuk sebagai bagian tak terpisahkan dari program ini.

“Kita menargetkan pembentukan 1.000 desa atau kampung wisata yang terintegrasi. Untuk mendukung itu, kita siapkan 1.000 konten kreator, guna memperkuat promosi destinasi,” ujar Taj Yasin.

Konsep pariwisata yang diusung juga diarahkan lebih inklusif. Pemprov berkomitmen memastikan fasilitas wisata ramah bagi perempuan, anak-anak, dan penyandang disabilitas, sekaligus diarahkan menjadi destinasi yang ramah muslim.

Tema pembangunan Jateng 2027 yang ditetapkan adalah Mengembangkan Pariwisata Berkelanjutan dan Ekonomi Syariah sebagai Tulang Punggung Pertumbuhan Ekonomi. Program Kecamatan Berdaya disebut sebagai instrumen untuk mendekatkan layanan pemberdayaan masyarakat hingga ke akar rumput, selaras dengan penguatan ekonomi syariah yang menjadi salah satu pilar pembangunan.

Peringkat 6 Nasional dalam Kapasitas Fiskal

Pemerintah pusat memberikan respons positif. Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyebut Jawa Tengah menempati peringkat ke-6 secara nasional dalam hal kapasitas fiskal daerah.

“Kemandirian daerahnya sangat kuat. Jateng telah keluar dari pola pikir lama dengan tidak hanya bertumpu pada dana pusat, tetapi terus berinovasi mengungkit ekonomi melalui sektor kreatif,” kata Bima Arya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menambahkan, posisi Jateng dinilai strategis dalam agenda reindustrialisasi nasional. Pertumbuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dipadukan dengan sektor pariwisata disebut berpotensi menjadikan Jawa Tengah sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Jika kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus terus tumbuh di sini, maka Jawa Tengah akan menjadi pusat reindustrialisasi dan pusat pertumbuhan baru dalam perencanaan ekonomi nasional kita,” tegas Rachmat.

35 Kepala Daerah hingga Forum Anak Terlibat

Musrenbang kali ini melibatkan kepala daerah dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah. Forum anak dan kelompok penyandang disabilitas juga dilibatkan, sebagai upaya memastikan perencanaan 2027 menjawab kebutuhan kelompok yang kerap luput dari proses perencanaan konvensional.

Dengan target yang sudah ditetapkan secara kuantitatif, pemerintah provinsi kini menghadapi tantangan konkret: mengeksekusi 1.000 desa wisata dan mencetak 1.000 konten kreator dalam satu siklus perencanaan. Realisasi angka-angka itu akan menjadi tolok ukur utama kinerja pembangunan Jateng dua tahun ke depan.

Penulis: Arif Budiman
Editor: Surya Dharma