Teras News — Enam puluh dua persen warga Amerika Serikat menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden Donald Trump. Angka ketidaksetujuan ini menyamai rekor terburuk Trump sendiri di penghujung masa jabatan pertamanya, dan hanya kalah dari Richard Nixon yang mencapai 66 persen pada 1974.
Hasil jajak pendapat yang dirilis The Washington Post bersama ABC News dan Ipsos itu menunjukkan tingkat persetujuan terhadap Trump hanya berdiri di angka 37 persen. Dua isu utama menekan angka tersebut: konflik dengan Iran di luar negeri, dan tekanan biaya hidup yang kian berat di dalam negeri.
76 Persen Warga AS Tidak Puas soal Biaya Hidup
Pada isu ekonomi, angka penolakan publik sangat mencolok. Sebanyak 76 persen responden tidak puas terhadap biaya hidup, 72 persen tidak setuju dengan penanganan inflasi, dan 65 persen menilai kondisi ekonomi secara keseluruhan berjalan buruk di bawah kepemimpinan Trump.
Baca Juga:
Di front luar negeri, 66 persen responden menolak cara Trump menangani konflik dengan Iran. Penolakan terhadap kebijakan luar negeri ini menjadi salah satu pemicu melorotnya angka persetujuan secara keseluruhan.
Rekor Baru yang Menyaingi Akhir Jabatan Pertama
Angka 62 persen ketidaksetujuan ini bukan yang pertama dicatat Trump. Data Gallup menunjukkan level serupa pernah muncul di penghujung masa jabatan pertamanya, ketika penanganan pandemi COVID-19 dan kerusuhan sosial pasca kematian George Floyd memicu gelombang kritik publik. Kini, angka yang sama kembali terulang, dengan pemicu yang berbeda.
Secara historis, posisi Trump saat ini melampaui George W. Bush yang pernah mencatatkan ketidaksetujuan 61 persen pada 2009, dan hanya di bawah Nixon pada 1974.
Demokrat Belum Tentu Diuntungkan
Runtuhnya dukungan terhadap Trump tidak otomatis membuka jalan bagi Partai Demokrat. Sekitar 54 persen responden menilai Demokrat sebagai “terlalu liberal”, sebuah persepsi yang menurut Direktur Jajak Pendapat The Washington Post, Scott Clement, menjadi hambatan nyata bagi partai itu untuk menarik pemilih baru.
Komentator politik Osita Nwanevu, dalam analisisnya di The Guardian, menilai Demokrat terlalu bergantung pada ketidakpopuleran Trump tanpa menawarkan alternatif yang jelas. Perpecahan internal dan lemahnya pesan politik menjadi catatan sejumlah analis terhadap posisi oposisi saat ini.
Basis pendukung Trump di Partai Republik tetap solid. Sekitar 85 persen pemilih Republik masih memberikan persetujuan terhadap kinerjanya. Namun di kalangan pemilih independen, angka persetujuan anjlok ke 25 persen, sebuah angka yang secara historis sulit diabaikan menjelang pemilihan paruh waktu.
Pemilihan paruh waktu AS menjadi ujian berikutnya bagi peta kekuatan di Kongres. Hasil jajak pendapat ini akan terus menjadi rujukan kedua partai dalam merancang strategi mereka menghadapi kontestasi tersebut.
Editor: Arif Budiman