Berita

Rembang Luncurkan Aplikasi Educare, Warga Bisa Lapor Masalah Pendidikan Langsung dari Ponsel

10
×

Rembang Luncurkan Aplikasi Educare, Warga Bisa Lapor Masalah Pendidikan Langsung dari Ponsel

Sebarkan artikel ini

Teras News — Pemerintah Kabupaten Rembang meluncurkan aplikasi digital bernama Educare pada Senin (4/5/2026) sebagai platform layanan pendidikan berbasis digital. Peluncuran berlangsung di aula lantai 4 kantor bupati setempat.

Aplikasi ini mencakup empat fitur utama: layanan pengaduan masyarakat, survei kepuasan layanan, ruang berbagi bagi guru, serta materi pembelajaran yang dapat diunduh. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Sholchan, menjelaskan bahwa Educare dirancang agar warga bisa menyampaikan keluhan dan mengakses informasi pendidikan secara langsung.

“Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa lebih mudah mengakses layanan pendidikan dan menyampaikan masukan secara langsung,” kata Achmad.

Cakupan Educare: Dari PAUD hingga PKBM

Educare tidak hanya melayani jalur pendidikan formal. Aplikasi ini juga mengakomodasi pendidikan nonformal, mulai dari PAUD, SD, SMP, hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), yakni lembaga pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program kesetaraan bagi warga yang tidak mengikuti jalur sekolah reguler.

Koordinator PKBM Kabupaten Rembang, Arifin, menyambut kehadiran aplikasi tersebut. Menurutnya, Educare langsung relevan untuk program kejar paket yang selama ini ia koordinasikan.

“Meskipun aplikasi ini baru, sebagian besar fitur sudah bisa diakses. Ini sangat berguna untuk pembelajaran kejar paket A, paket B, dan paket C,” ungkap Arifin.

Sekda: Perkuat Komunikasi Sekolah, Orang Tua, dan Pemerintah

Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, menekankan bahwa Educare diarahkan menjadi jembatan komunikasi tiga arah antara pemerintah, sekolah, dan orang tua siswa.

“Aplikasi ini diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah, serta mempermudah akses informasi secara cepat dan akurat di era digital,” ujar Fahrudin.

Fahrudin berharap Educare membuat layanan pendidikan di Rembang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk warga yang tinggal di wilayah yang jauh dari pusat kota dan selama ini kesulitan mengakses informasi pendidikan secara langsung.

Dengan fitur pengaduan yang bisa diakses lewat ponsel, warga kini tidak perlu datang langsung ke kantor dinas untuk melaporkan persoalan yang mereka temui di lapangan. Sejauh mana fungsi pengaduan itu berjalan efektif akan sangat bergantung pada kecepatan respons Dindikpora dalam menindaklanjuti laporan yang masuk.

Penulis: Ratna Dewi
Editor: Surya Dharma