Berita

Menkeu Purbaya Bantah Rupiah Rp17.400 per Dolar AS Akibat APBN Bermasalah

14
×

Menkeu Purbaya Bantah Rupiah Rp17.400 per Dolar AS Akibat APBN Bermasalah

Sebarkan artikel ini

Teras News — Tekanan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.400 per dolar AS memunculkan berbagai spekulasi di kalangan pelaku pasar dan masyarakat. Salah satu isu yang beredar luas menuding kondisi anggaran negara sebagai biang kerok pelemahan mata uang Indonesia tersebut.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas membantah tudingan itu. Dalam program Closing Bell CNBC Indonesia pada Selasa (5/5/2026), Purbaya mengaku sudah mendengar banyak sentimen yang mengaitkan tekanan kurs rupiah dengan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Purbaya: APBN Bukan Penyebab Rupiah Tertekan

Bantahan Purbaya merespons narasi yang berkembang di pasar keuangan. Banyak pihak menduga gejolak fiskal dalam APBN turut mendorong ketidakpercayaan investor terhadap rupiah, sehingga nilai tukar melemah signifikan.

APBN sendiri merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah yang mencakup seluruh penerimaan negara dari pajak dan sumber lain, serta pengeluaran untuk belanja pemerintah. Kondisi defisit atau ketidakstabilan APBN kerap dipersepsikan pasar sebagai risiko fiskal yang bisa menekan mata uang suatu negara.

Purbaya tidak merinci faktor apa yang ia yakini menjadi penyebab sesungguhnya di balik pelemahan rupiah. Penjelasan lebih lengkap disampaikannya dalam tayangan Closing Bell CNBC Indonesia, Selasa (5/5/2026).

Rupiah yang bertengger di kisaran Rp17.400 per dolar AS mencerminkan tekanan eksternal yang cukup dalam. Publik dan pelaku pasar kini menunggu penjelasan resmi lebih rinci dari pemerintah mengenai akar persoalan dan langkah yang akan diambil untuk menstabilkan nilai tukar.

Penulis: Novia Anggraini
Editor: Ratna Dewi