Berita

Awan Warna-Warni di Langit Jonggol Viral, Pakar IPB Jelaskan Beda Fenomena Ini dengan Pelangi

8
×

Awan Warna-Warni di Langit Jonggol Viral, Pakar IPB Jelaskan Beda Fenomena Ini dengan Pelangi

Sebarkan artikel ini

Teras News — Fenomena awan warna-warni yang muncul di langit Jonggol, Bogor, ramai diperbincangkan warganet setelah video dan foto kejadian itu beredar di media sosial. Pakar dari IPB University turut angkat bicara, menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa fenomena ini berbeda dari pelangi biasa.

Bukan Pelangi, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Pelangi terbentuk ketika cahaya matahari dibiaskan oleh tetesan air hujan yang jatuh, menghasilkan spektrum warna berbentuk busur di langit. Fenomena yang tertangkap kamera di Jonggol ini berbeda. Warna-warni muncul langsung pada permukaan awan, bukan pada titik-titik air yang jatuh, dan bentuknya tidak membentuk busur setengah lingkaran seperti pelangi pada umumnya.

Pakar IPB University memberikan tanggapan soal pemicu fenomena tersebut, seperti dilaporkan Sindonews. Fenomena ini umumnya dikenal sebagai iridescence awan, yaitu efek optik yang terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan partikel-partikel kecil di dalam awan, baik berupa tetesan air berukuran seragam maupun kristal es. Proses difraksi cahaya pada partikel-partikel itulah yang menghasilkan kilau warna-warni pada permukaan awan.

Mengapa Jarang Terlihat dan Apa Pemicunya

Fenomena ini tidak muncul sembarangan. Beberapa kondisi harus terpenuhi secara bersamaan agar iridescence awan bisa terlihat dengan jelas oleh mata telanjang.

Pertama, awan harus memiliki partikel dengan ukuran yang relatif seragam. Kedua, posisi matahari harus berada di sudut yang tepat terhadap awan dan pengamat. Ketiga, jenis awan yang paling sering menampilkan fenomena ini adalah awan tipis bertingkat tinggi, seperti awan altokumulus atau awan-awan yang tersusun dari kristal es di lapisan atmosfer atas.

Jonggol, yang berada di wilayah Kabupaten Bogor, kerap mengalami kondisi cuaca yang berubah cepat, terutama pada transisi musim. Perubahan itu bisa memunculkan formasi awan dengan karakteristik tertentu yang mendukung terjadinya efek optik semacam ini.

Viral di Media Sosial, Publik Penasaran

Video fenomena tersebut menyebar cepat. Banyak warganet yang menyebutnya sebagai “pelangi di awan” atau mengaitkannya dengan berbagai interpretasi. Respons pakar IPB University hadir untuk meluruskan pemahaman publik bahwa kejadian ini sepenuhnya merupakan fenomena optik atmosfer yang dapat dijelaskan secara ilmiah.

Iridescence awan sebenarnya bukan kejadian langka di seluruh dunia, namun jarang teramati karena posisi matahari yang dibutuhkan sangat spesifik. Banyak orang melewatkannya begitu saja tanpa menyadari apa yang sedang terjadi di langit.

Penjelasan ilmiah dari IPB University diharapkan dapat membantu masyarakat memahami fenomena alam ini secara lebih tepat, sekaligus mendorong rasa ingin tahu terhadap ilmu atmosfer dan meteorologi yang kerap menyajikan pemandangan menakjubkan di langit Indonesia.

Penulis: Surya Dharma
Editor: Ratna Dewi