Teras News — Desember 2023, tiga insinyur Ford Motor Company mengajukan dokumen paten ke kantor paten Amerika Serikat dengan nama “System for Detecting Moving Objects”. Paten itu baru dipublikasikan pada Mei 2026, dan langsung menarik perhatian industri otomotif global karena menawarkan sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya: mobil yang bisa bergerak sendiri saat parkir untuk menghindari tabrakan.
Teknologi ini dirancang oleh Erol Sumer, Smruti Panigrahi, dan Ehsan Arabi, tiga insinyur dari Ford, seperti dilaporkan Drive pada Senin waktu setempat.
Sistem Sensor Deteksi Ancaman Sebelum Benturan Terjadi
Cara kerja sistem ini bertahap. Sensor yang dipasang di sekitar kendaraan terus memantau area parkir dan mendeteksi objek bergerak yang berpotensi menghantam badan mobil. Begitu ancaman terdeteksi, mobil tidak langsung bergerak. Ia memberi peringatan lebih dulu melalui lampu atau klakson.
Baca Juga:
Jika peringatan itu diabaikan dan risiko benturan tetap tinggi, mobil baru mengambil tindakan berikutnya: berpindah posisi secara otomatis ke ruang aman yang tersedia di sekitarnya. Prosesnya sepenuhnya mandiri, tanpa perlu pengemudi berada di dalam kendaraan.
Dalam skenario di mana benturan tidak bisa dihindari sama sekali, sistem ini juga mampu merekam insiden menggunakan kamera dan sensor yang tertanam di kendaraan.
Data Bisa Dikirim ke Kendaraan Lain Lewat Teknologi V2X
Paten Ford itu juga membuka kemungkinan pengiriman data skenario dampak potensial ke kendaraan atau infrastruktur lain melalui teknologi V2X (vehicle to everything) dan V2V (vehicle to vehicle). Dengan kata lain, informasi soal ancaman tabrakan bisa dikomunikasikan ke mobil-mobil lain di sekitar area parkir secara real-time.
V2X sendiri adalah teknologi komunikasi yang memungkinkan kendaraan bertukar informasi dengan lingkungan sekitarnya, termasuk kendaraan lain, lampu lalu lintas, maupun infrastruktur jalan. Teknologi ini sudah menjadi bagian dari roadmap kendaraan otonom global dalam beberapa tahun terakhir.
Paten Belum Berarti Produksi Massal
Penting dicatat bahwa pengajuan paten tidak otomatis berarti teknologi ini akan segera hadir di kendaraan Ford yang dijual ke konsumen. Dalam industri otomotif, banyak paten yang diajukan sebagai perlindungan hak kekayaan intelektual atas riset internal, dan tidak seluruhnya berujung pada produk yang dipasarkan.
Ford sendiri belum mengumumkan rencana implementasi teknologi ini ke lini produk tertentu. Publik dan pelaku industri kini menunggu apakah sistem parkir cerdas ini akan muncul dalam model kendaraan Ford ke depan, atau sekadar tersimpan sebagai portofolio paten perusahaan.
Editor: Ratna Dewi