Teras News — Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (FOKSI) Ponorogo menggelar kejuaraan kabupaten (kejurkab) kabaddi perdana di GOR Ma’had UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Sabtu (9/5/2026), sekaligus menyiapkan atlet terbaik untuk Kejuaraan Provinsi Kabaddi Jawa Timur di Surabaya dua pekan ke depan.
“Meskipun persiapannya singkat, kami ingin melakukan sesuatu di kejurprov,” kata Riza Arif Ahmadi, Ketua FOKSI Ponorogo, saat ditemui di sela kejurkab.
Gerak cepat itu bukan tanpa alasan. FOKSI Ponorogo baru resmi berdiri pada Maret 2026 di salah satu pondok pesantren di Ponorogo. Hanya berselang dua bulan, pengurus langsung menyelenggarakan kejuaraan tingkat kabupaten dan mendaftarkan tim ke Kejurprov yang dijadwalkan pada 16–17 Mei 2026.
Baca Juga:
Kejurkab difungsikan sebagai ajang seleksi. Dari kompetisi inilah atlet-atlet terbaik akan dipilih untuk memperkuat Ponorogo di Surabaya.
Plt Bupati Janjikan Dukungan Penuh, Lihat Peluang Emas di Cabor Baru
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita hadir membuka kejurkab dan menyatakan Pemerintah Kabupaten Ponorogo siap menopang perkembangan kabaddi. “Mumpung ada cabor baru, ayo atlet muda berlatih lebih giat untuk menjadi yang terbaik. Pemkab Ponorogo siap memberikan dukungan 100 persen agar kabaddi bisa menyumbangkan medali emas dari kejuaraan tingkat provinsi maupun nasional,” ujar Lisdyarita yang akrab disapa Bunda Lis.
Ia menilai kabaddi membuka peluang prestasi yang lebar karena olahraga ini belum populer di Indonesia. Persaingan belum seketat cabang olahraga yang sudah lama mapan, sehingga atlet Ponorogo berpotensi menonjol lebih cepat.
Kabaddi sendiri berasal dari Tamil Nadu, India, dan dimainkan oleh dua tim. Satu pemain yang disebut raider (penyerang) bertugas menyentuh anggota tim lawan lalu kembali ke area sendiri, dengan syarat wajib menahan napas sambil terus meneriakkan kata “kabaddi” sepanjang serangan berlangsung. Permainan ini menggabungkan unsur fisik, strategi, dan ketahanan pernapasan, dan sering disamakan dengan permainan tradisional Indonesia betengan serta gobak sodor.
“Saya meyakini Ponorogo memiliki banyak bibit atlet muda untuk olahraga ini,” tambah Bunda Lis.
KONI Ponorogo Apresiasi Kecepatan Gerak Pengurus
Sekretaris Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ponorogo, Luhur Apidianto, mengakui organisasi semuda FOKSI Ponorogo jarang langsung tancap gas seperti ini. “Bukti keseriusan pembinaan olahraga, KONI juga berharap kabaddi berkembang di Ponorogo,” kata Luhur.
Ia berharap langkah awal yang agresif dari pengurus FOKSI menjadi fondasi pembinaan jangka panjang, bukan sekadar euforia cabor baru.
Kejurprov Kabaddi Jawa Timur di Surabaya pada 16–17 Mei 2026 akan menjadi ujian pertama bagi kontingen Ponorogo. Hasil di sana akan menentukan sejauh mana potensi yang terlihat di GOR UIN Kiai Ageng Muhammad Besari akhir pekan ini bisa benar-benar dibuktikan di level provinsi.
Editor: Ratna Dewi