Berita

2.639 Pengunjung dalam 8 Hari, Pameran Tatah 2026 Tampilkan Seni Ukir Jepara di Museum Nasional

8
×

2.639 Pengunjung dalam 8 Hari, Pameran Tatah 2026 Tampilkan Seni Ukir Jepara di Museum Nasional

Sebarkan artikel ini

Teras News — 2.639 orang — itulah jumlah pengunjung yang memadati pameran seni ukir Tatah 2026 hanya dalam delapan hari pertama sejak pintu dibuka pada 30 April 2026. Angka itu melampaui perkiraan awal panitia.

Pameran bertajuk Suluk – Sulur – Jepara ini digelar di Museum Nasional Indonesia dan terbuka untuk umum hingga 5 Juli 2026. Direktur Tatah, Veronica Rompies, menyebut antusiasme publik jauh di luar ekspektasi tim penyelenggara.

“Dalam waktu sepekan, jumlah pengunjung telah mencapai 2.639 orang,” kata Veronica saat dihubungi pada Jumat (8/5/2026).

Dari Prasasti Candi Angin hingga Karya Kontemporer

Tatah 2026 bukan sekadar pameran ukiran kayu biasa. Veronica menjelaskan, penyelenggara sengaja merancang pendekatan berbeda: menyandingkan karya visual dengan narasi sejarah dan nilai budaya yang melatarbelakanginya. Pengunjung dapat menelusuri lini masa Jepara, mengenal era Kalinyamat, memahami peran perempuan dalam seni ukir, hingga melihat langsung ekosistem perajin Jepara dari masa ke masa.

Sejumlah artefak dan karya langka dipajang dalam pameran ini, antara lain Prasasti Candi Angin, Arca Durga, panel ukiran Mantingan, Jung Jepara (perahu layar tradisional Jepara), Batik Kartini, alat tatah (pahat ukir), hingga karya-karya kontemporer seniman masa kini.

Pengunjung datang dari berbagai kalangan. Anak-anak sekolah, mahasiswa, hingga wisatawan mancanegara tercatat hadir. Seorang pengunjung asal Prancis, Reynalds Deforges, menilai pameran ini memberi pengalaman langsung untuk mengenal budaya Indonesia lebih dekat.

Karya 13 Tahun yang Mencuri Perhatian

Di antara puluhan karya yang dipajang, dua judul paling banyak dibicarakan pengunjung. Yanli Rahmad, warga Jakarta, mengaku terkesan dengan karya berjudul Mengurung Nafsu.

“Sangat luar biasa bagaimana sepotong kayu bisa menghadirkan bentuk seekor macan di dalamnya,” ujar Yanli.

Pengunjung lain, Mayadina, justru terpukau oleh karya berjudul Taman Laut buatan seniman Suhartono. Bukan tanpa alasan: karya itu dikerjakan selama 13 tahun penuh.

“Menurut saya, itu hasil dari kesabaran dan kecermatan yang luar biasa,” kata Mayadina.

Ruang Belajar Budaya yang Terbuka

Veronica berharap Tatah 2026 berfungsi lebih dari sekadar pameran. Ia ingin publik pulang dengan pemahaman yang lebih utuh tentang seni ukir Jepara, mulai dari akar sejarahnya hingga proses kreatif para perajin yang menghidupinya hari ini.

Pameran Tatah 2026 masih bisa dikunjungi di Museum Nasional Indonesia sampai 5 Juli 2026, memberi waktu lebih dari dua bulan bagi masyarakat yang belum sempat hadir.

Penulis: Rizky Pratama
Editor: Arif Budiman